Sun Burn … Kerusakan Fisiologis pada Daun Anggrek

Oktober 17, 2009 lcnursery Tinggalkan komentar
Sun Burn pada daun Cattleya

Sun Burn pada daun Cattleya

Untuk para penghobi Anggrek baru, terkadang sulit untuk menempatkan anggrek di rumahnya. Saat masih berbunga dapat disimpan di teras rumah atau bahkan di ruang tamu sebagai penghias ruangan. Tetapi saat bunga sudah layu berguguran, di mana letak yang tepat untuk menyimpan anggrek tersebut. Beberapa penghobi bahkan ada yang sudah memiliki tempat naungan untuk anggreknya. Dibuat dengan sederhana menggunakan Shading net atau bahkan ada juga yg mengandalkan kanopi pohon yang besar.

Sun Burn pada daun Dendrobium

Sun Burn pada daun Dendrobium

Namun ada kalanya penghobi yang hanya memiliki beberapa pot anggrek menjadi kesulitan dalam memeliharanya. Dan keputusan yang diambil dengan menyimpan begitu saja di halaman tanpa memperhatikan sinar matahari yang diterima oleh daun.

Pada dasarnya anggrek epifit adalah anggrek yang dapat tumbuh dengan menempel pada pohon atau pun di bebatuan di hutan. Dapat tumbuh dan berkembang dengan naungan kanopi pohon besar dan tinggi, sehingga intensitas cahaya matahari yang diterima oleh daun menjadi berkurang. Atau mungkin hanya menerima sinar matahari penuh saat pagi dan sore hari, sehingga panas terik sinar matahari tidak terlalu menyengat.

Sun Burn pada Daun Coelogyne

Sun Burn pada Daun Coelogyne

SUN BURN atau terbakar matahari merupakan gejala kerusakan secara fisiologis. Yaitu gejala di mana larutan dalam sel-sel tanaman menguap karena respirasi yang sangat cepat. Sehingga tampak kerusakan secara fisiologis dengan gejala seperti :

1. Adanya kerusakan jaringan di atas permukaan daun, berupa lingkarang berwarna putih jika tidak terlalu parah dan akan berubah warna menjadi coklat (gosong) jika terkena sinar matahari yang sangat terik;

2. Adanya cekungan pada permukaan daun dan hanya meninggalkan bekas berupa jaringan seperti jaring yg sudah kering;

3. Daun akan berlubang jika terkena sinar matahari yang sangat terik.

Seidenfadenia mitrata 'LC Blue Lip'

Seidenfadenia mitrata 'LC Blue Lip'

Untuk itu diperlukan informasi yang akurat bagaimana mencegah dari kerusakan SUN BURN pada anggrek kita. Informasi yang harus kita peroleh adalah : 1). mengetahui habitat dari anggrek yang kita pelihara. Apakah anggrek tersebut dapat adaptif terhadap sinar matahari yang kuat atau perlu dinaungi; 2). Sebagai penghobi pun harus mengetahui intensitas cahaya yang diperlukan anggrek walaupun tidak menggunakan alat. Caranya dengan trial and error mengamati pertumbuhan; 3). mencoba untuk selalu bertanya dan mencari informasi tentang budidaya anggrek. Sinar matahari merupakan faktor utama dalam pertumbuhan anggrek. Sinar matahari menyediakan energi untuk mengolah CO2 dan H2O menjadi fotosintat dalam siklus fotosintesis anggrek. Tapi pengetahuan mengenai kebutuhan akan sinar matahari pada anggrek pun perlu kita ketahui. Selain itu informasi ini dapat bermanfaat untuk membedakan kerusakan pada anggrek, apakah terkena serangan hama atau penyakit, ataukah kerusakan fisiologis akibat kesalahan dalam budidaya anggrek.

Berikut beberapa genus anggrek beserta persentasi intensitas cahaya (cahaya diterima) yang adaptif terhadap pertumbuhan:

1. Aerides 90-100%

2. Arachnis 100%

3. Bulbophyllum 65-75%

4. Cattleya 65-75%

5. Cymbidium 65-75%

6. Dendrobium (section Spatulata) 75-100%

7. Dendrobium (section Latourea) 65-75%

8. Dendrobium (section Nobile) 55-70%

9. Grammatophyllum 65-75%

10. Phalaenopsis 40-55%

11. Paphiopedilum 65-75%

Prinsip Penyerbukan untuk medapatkan Hibrida Anggrek

Oktober 11, 2009 lcnursery Tinggalkan komentar
Anatomi Bunga

Morfologi Bunga

Perbanyakan anggrek melalui proses penyerbukan dapat di katakan sebagai perbanyakan generatif. Hal ini bertujuan untuk memperoleh bibit anggrek yang baru dalam jumlah banyak, mengetahui ke-heterogenan kromosom, membuat hibrida baru dengan warna, bentuk yg variatif, dan menghasilkan bunga anggrek yang unggul.

Untuk dapat melakukan kegiatan penyerbukan maka langkah pertama adalah mengetahui morfologi dari bunga anggrek. Bunga Anggrek terdiri dari tiga Sepal dan tiga Petal di mana salah satu Petal telah termodifikasi menjadi Labellum atau lidah. Kebanyakan anggrek berkelamin komplit yaitu alat kelamin jantan dan betina berada dalam satu bunga yang letaknya berada di dalam Column. Tetapi ada juga yang terpisah seperti antara lain pada Genus Catasetum, Cynoches, Mormodes, yang memiliki satu alat kelamin pada satu bunga.

Selubung anthera (Anther Cap) membungkus 2 buah pollen yang di sebut polinia di mana menempel pada Viscidium dengan lapisan perekat. Penyerbukan dilakukan dengan menyimpan pollen pada Anther atau alat kelamin jantan pada stigma atau alat kelamin betina.

Beberapa penamaan penyerbukan yang dikenal dalam anggrek adalah :

1. Selfing : Penyerbukan sendiri pada satu Spesies anggrek dalam satu pohon; contoh : Dendrobium nindii ‘Blue Wing’ x Self

2. Sibling : Penyerbukan pada satu Spesies anggrek berbeda pohon; contoh : Phalaenopsis amabilis ‘Pure White’ x Phalaenopsis amabilis ‘Crown’

3. Crossing : Penyerbukan ini dapat berbagai macam jenis, antara lain (a) Inter section atau penyerbukan dalam Satu Genus Satu Section berbeda species; contoh : Dendrobium bigibbum (Section : Phalaenanthe) x Dendrobium affine (Section : Phalaenanthe), (b) Outer section atau penyerbukan dalam Satu Genus berbeda Sectiom berbeda species; contoh : Dendrobium affine (Section : Phalaenanthe) x Dendrobium canaliculatum (Section : Spatulata), (c) Bigenus penyerbukan antar Genus; contoh : Vanda limbata x Ascocentrum miniatum.

Phalaenopsis venosa '#1'

Phalaenopsis venosa '#1'

Dari hasil perbanyakan generatif ini akan menghasilkan buah yang di dalamnya terdapat ribuan bahkan artusan ribu biji anggrek yang menyerupai tepung berwana putih hingga kekuningan.

LC

Catasetum Alliance … Trik & Tips

September 27, 2009 lcnursery Tinggalkan komentar
Cycd. Jumbo Erebus 'Lc#1'

Cycd. Jumbo Erebus 'Lc#1'

Anggrek yang sedang digemari oleh para hobiis di Indonesia ini merupakan anggrek eksotik yang daerah penyebarannya di Amerika Tengah hingga Selatan. Tentunya memiliki habitat yang hampir mirip dengan lingkungan di Indonesia yang Tropis. Pengelompokkan terbesar dari Catasetum Alliance antara lain adalah Genus Catasetum sp., Clowesia sp., Cynoches sp., dan Mormodes sp.

Genus Catasetum, memiliki kurang lebih 166 species (Wikipedia) yang tersebar dari Mexico hingga Brazil. Ciri anatomi dari anggrek ini adalah : Pseudobulb yang gemuk menyerupai cerutu dengan buku, Daun berlipat ke atas dan gugur (Deciduous), sehingga pseudobulb akan tampak kurus setelah daun gugur. Saat anggrek tersebut remaja maka akan terjadi dormansi tanpa ada tanda pertumbuhan sedikit pun seperti penambahan akar atau tunas. Setelah beberapa bulan maka akan keluar tunas baru disertai akar baru. Untuk Catasetum dewasa sebelum dormansi maka akan mengelurkan tangkai bunga dari dasar Pseudobulb, disertai kuntum bunga yang unik. Bunga catasetum dapat berupa bunga jantan atau betina (Unisexual).

Genus Clowesia, memiliki kurang lebih 7 spesies (Wikipedia) tersebar di Amerika Selatan, dengan ciri anatomi hampir sama dengan Catasetum. Hanya bentuk bunga yang berbeda dan Pseudobulb yang lebih pendek.

Genus Cynoches, memiliki kurang lebih 16 spesies (Wikipedia) tersebar di Amerika Selatan, dengan ciri anatomi hampir sama dengan Catasetum dan Clowesia. Hanya tangkai bunga dapat keluar dari ruas Pseudobulb bagian atas. Anggrek Genus Cynoches biasa disebut sebagai Swan Orchids karena tempat menempelnya putik (Column) yang menyerupai leher angsa.

Genus Mormodes, memiliki kurang lebih 70 spesies (Wikipedia) tersebar di Amerika Selatan, dengan ciri anatomi hampir sama dengan Cynoches. Dari ke empat Genus tersebut dapat disilangkan untuk menghasilkan hibrida baru yang eksotik dengan sifat keturunan kombinasi dari tetua induknya.

Budidaya :

1. Intensitas Cahaya; kuat dengan intensitas yang terang sekitar 3.000 s.d. 6.000 Foot Candle atau setara dengan 75-80% cahaya masuk dalam rumah naungan. Bahkan beberapa penelitian mengatakan untuk menghasilkan bunga betina yang nantinya akan digunakan untuk disilangkan, Tips-nya yaituintensitas cahaya perlu di tambah saat muncul tangkai bunga.

2. Pengairan; penyiraman dilakukan sesuai dengan media yang digunakan. Untuk media yang mudah menyerap air dan lama menyimpan air seperti Sphagnum Moss, Pakis atau Sabut Kelapa maka penyiraman dapat dikondisikan saat media telah kering. Catasetum Alliance merupakan genus yang tidak suka dengan air yang banyak. Khusus saat fase dormansi maka penyiraman tidak diperlukan.

3. Kelembapan; dibutuhkan sekitar 40-60% walaupun dapat toleran hingga kondisi sangat lembap hingga 90%. Media yang baik untuk Catasetum dari yang telah kami gunakan adalah : Pakis Papan yang dipotong berbentuk dadu 4×4x4 cm, campuran sabut kelapa dengan arang, campuran arang dengan genting. Trik-nya adalah gunakan pot yang memiliki lubang samping yang cukup untuk aerasi akar.

4. Pemupukan; dapat menggunakan pupuk organik cair yang disemprotkan keseluruh bagian tanaman. Ataupun dapat menggunakan pupuk kimia dengan kandungan N:P:K=30:10:10 atau 20:20:20. Di nursery kami biasa menggunakan Top Soil atau Gaviota 63. Tips lain adalah tidak melakukan pemupukan saat fase dormansi.

Selamat mencoba dan nikmatilah keeksotikan anggrek Catasetum Alliance.

LC

Pupuk dan Pemupukan Anggrek .. 1

Agustus 19, 2009 lcnursery 2 komentar
Phal. violacea adalah anggrek spesies Indonsia
Phal. violacea adalah anggrek spesies Indonsia

Anggrek dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan nutrisi. Di habitat aslinya anggrek mendapatkan nutrisi yang bersumber dari debu, uap air, kotoran hewan semisal burung, atau pun untuk anggrek terestrial (anggrek tanah) dapat melalui media serasah daun yang melapuk. Sehingga nutrisi yang diperoleh sedikit demi sedikit sesuai dengan kondisi di alam.

Pertanyaannya adalah bagaimana jika anggrek tersebut telah dibudidayakan baik skala rumah tangga maupun skala komersial. Dan sumber nutrisi apa yang dapat digunakan untuk memupuk anggrek?

Sumber nutrisi untuk anggrek yang telah dibudidayakan dapat bersumber dari pupuk yang diberikan. Sama halnya dengan tanaman selain anggrek, pupuk pun merupakan salah satu faktor unsur untuk memicu produktifitas pertumbuhan atau hasil. Dalam kesempatan ini dapat disampaikan pengelompokkan pupuk antara lain :

1. Pupuk Tunggal, adalah pupuk yang memiliki unsur kimia tunggal yang disuplay untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan tanaman. Contohnya adalah Urea (Amoniak/N 46%), SP 36 atau SP 18 (Phosphat/P 36-18%). Unsur tersebut didapat dari pengolahan bahan kimia buatan pabrik.

2. Pupuk 2 Unsur, adalah pupuk yang memiliki 2 unsur kimia yang disuplay untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan tanaman. Contohnya adalah KNO3 (Kalium/K dan Nitrat/N). Unsur tersebut didapat dari pengolahan bahan kimia buatan pabrik.

3. Pupuk Majemuk, adalah pupuk yang memiliki lebih dari 3 unsur kimia yang disuplay untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan tanaman. Contohnya adalah NPK (Nitrogen Phosphat Kalium), biasanya memiliki kadar unsur kimia 21:21:21, 16:16:16. Dapat ditemukan di toko pertanian dengan merek Mutiara, BASF, dll. Unsur tersebut didapat dari pengolahan bahan kimia buatan pabrik.

Dengan mengetahui jenis unsur yang dikandung dalam pupuk, diharapkan para petani atau hobiis dapat menggunakan pupuk tersebut secara efektif dan efisien. Tunggu informasi selanjutnya ….. BERSAMBUNG

Categories: Budidaya Anggrek

Dendrobium amboinensis … Permata dari Ambon

Agustus 3, 2009 lcnursery Tinggalkan komentar
D. amboinensis Hook 1856

D. amboinensis Hook 1856

Anggrek yang masuk dalam Genus Dendrobium ini memiliki keindahan yang tiada tara. Bunganya dapat mencapai ukuran diameter 25-30 cm jika dibentangkan dari sepal terminal ke sepal lateral. Sayangnya bunga anggrek ini tidak tahan lama hanya 1 hari, bahkan mekar penuhnya hanya beberapa jam. Dapat berbunga 2-4 kuncup secara bersamaan. Dapat berbunga setiap saat tanpa mengenal musim. Distribusi penyebaran hingga kini diketahui di Kepulauan Maluku dan sekitarnya. Tentunya anggrek ini sangat menghendaki suhu yang panas karena tumbuh di alam dekat dengan permukaan laut.

Perawatan : Penyiraman 1 hari sekali jika kondisi cuaca kering, bisa tumbuh baik dengan naungan shading net saja sehingga air hujan dapat masuk.

Pemupukan : Seminggu 2 kali, menggunakan Pupuk 21:21:21

Intensitas cahaya : 80% s.d. 50% masuk

Suhu : Malam 22 derajat C s.d. 27 derajat C, Siang 29 derajat C s.d. 33 derajat C

All About Orchids

Juli 23, 2009 lcnursery 2 komentar

Categories: Bisnis

On Sale Buku Anggrek 2nd

spatulata-orchids1Orchid Society of Papua New Guinea Inc. 2006. SPATULATA ORCHIDS PAPUA NEW GUINEA. Moore Printing Ltd. Papua New Guinea. 96 p. Buku yang terbit bersamaan dengan Singapore Garden Festival 2006 merupakan kumpulan spesies Dendrobium khusus seksi Spatulata. Mendokumentasikan D. lasianthera dari berbagai varietas, dan tentunya yang belum teridentifikasi hingga kini. Harga Rp 650rb. (SOLDĀ  OUT)


treasury-of-native-orchidsShigeru Shiraishi, 1999. TREASURY OF NATIVE ORCHIDS. Ie-No-Hikari Association, Japan. 365 p. Kumpulan spesies dari seluruh penjuru dunia dibahas menggunakan bahasa dan huruf Jepang. Harga Rp 900rb.

Categories: Bisnis Tag:

Produk Bibit Botol (Flask) Cattleya Juli 2009

Juli 9, 2009 lcnursery 14 komentar

Kami sampaikan beberapa bibit botol silangan (hibrida) cattleya. Harga Rp. 25.000,-, isi 30 bibit. Siap kirim seluruh Indonesia. Bibit Botol Juli 2009

Foto Induk Silangan Cattleya Alliance

Foto Induk Silangan Cattleya Alliance

Kontak kami di HP. 08122414377

Progeni dari Dendrobium Gatton Sunray

D. Gatton Sunray

D. Gatton Sunray

Beberapa hasil silangan yang hasilnya menakjubkan salah satunya adalah : Dendrobium Gatton Sunray. Didaftar oleh Colman pada tahun 1919 (silangan lama sekali), dari tetua yang diseleksi dengan baik. Proses hibridisasi inilah yang menghasilkan anggrek berkualitas baik.

Dend. Gatton Sunray merupakan hasil hibridisasi atau persilangan antara D. pulchellum x D. Ilustre. Sedangkan Dend. Ilustre merupakan hasil hibridisasi atau persilangan antara D. pulchellum x D. chrysotoxum. Dalam istilah Pemuliaan atau Plant Breeding disebut sebagai Test Cross (Hasil persilangan disilangkan kembali dengan tetua betinanya).

Bunga D. Gatton Sunray

Bunga D. Gatton Sunray

Karakteristik Dend. Gatton Sunray antara lain : tinggi pseudobulb dapat mencapai 1 m, lebar pseudobulb dapat mencapai diameter 3 cm, tipe pertumbuhan sympodial, ciri khas lain daun menggugurkan (deciduous) kemudian berbunga. Bunga berwarna kuning (kenari) dengan ukuran 8 x 7 cm, dengan labellum berwarna kuning berambut ditengahnya berwarna coklat. Satu tangkai bunga dapat terdiri dari minimal 6-10 kuntum bahkan jika sudah lebih dewasa dapat lebih.

Penghargaan lomba (Awards) yang pernah disandangkan pada anggrek Dend. Gatton Sunray antara lain CCM/AOS dengan nilai 94.

Hubungi kami jika berminat mendapatkannya.

Categories: Hibrida Tag:,

Dari Bibit ke Bunga

Bibit Botol

Bibit Botol

Bagi sebagian orang anggrek dapat dijadikan teman untuk melepas lelah dan penat setelah seharian berkerja dan beraktifitas lain. Namun tidak sedikit

Community Pot

Community Pot

yang memang aktifitasnya menggeluti budidaya anggrek. Lamanya pertumbuhan anggrek (slow growth) dijadikan kenikmatan tersendiri bagi petani dan hobiis anggrek.

Jika kita cermati tidak lah sebentar memelihara anggrek dari mulai bibit botol (flask) hingga

Seedling

Seedling

berbunga. Ambilah contoh jika kita menanam anggrek Dendrobium dan Phalaenopsis, dapat dirata-ratakan lama pertumbuhan dari aklimatisasi bibit botol (flask) – seedling – medium – remaja – dewasa (near flowering size) – hingga berbunga dapat mencapai waktu 1,5 tahun hingga 2,5 tahun. Untuk jenis tertentu

Medium

Medium

misalnya Cattleya dan Vanda melalui proses yang sama dapat mencapai 3,5 tahun hingga 5 tahun.

Untuk sebagaian orang, inilah yang disebut kenikmatan dan seni membudidayakan anggrek. Hari demi hari, bulan demi bulan hingga tahunan untuk satu kenikmatan menunggu dan berharap bunga akan keluar. Bukan suatu keniscayaan jika para penghobi anggrek pemula dapat melalui proses pembelajaranĀ  ini.

D. Golden Queen x D. violaceo-flavens

D. Golden Queen x D. violaceo-flavens