Progeni dari Dendrobium Gatton Sunray

D. Gatton Sunray

D. Gatton Sunray

Beberapa hasil silangan yang hasilnya menakjubkan salah satunya adalah : Dendrobium Gatton Sunray. Didaftar oleh Colman pada tahun 1919 (silangan lama sekali), dari tetua yang diseleksi dengan baik. Proses hibridisasi inilah yang menghasilkan anggrek berkualitas baik.

Dend. Gatton Sunray merupakan hasil hibridisasi atau persilangan antara D. pulchellum x D. Ilustre. Sedangkan Dend. Ilustre merupakan hasil hibridisasi atau persilangan antara D. pulchellum x D. chrysotoxum. Dalam istilah Pemuliaan atau Plant Breeding disebut sebagai Test Cross (Hasil persilangan disilangkan kembali dengan tetua betinanya).

Bunga D. Gatton Sunray

Bunga D. Gatton Sunray

Karakteristik Dend. Gatton Sunray antara lain : tinggi pseudobulb dapat mencapai 1 m, lebar pseudobulb dapat mencapai diameter 3 cm, tipe pertumbuhan sympodial, ciri khas lain daun menggugurkan (deciduous) kemudian berbunga. Bunga berwarna kuning (kenari) dengan ukuran 8 x 7 cm, dengan labellum berwarna kuning berambut ditengahnya berwarna coklat. Satu tangkai bunga dapat terdiri dari minimal 6-10 kuntum bahkan jika sudah lebih dewasa dapat lebih.

Penghargaan lomba (Awards) yang pernah disandangkan pada anggrek Dend. Gatton Sunray antara lain CCM/AOS dengan nilai 94.

Hubungi kami jika berminat mendapatkannya.

Dari Bibit ke Bunga

Bibit Botol

Bibit Botol

Bagi sebagian orang anggrek dapat dijadikan teman untuk melepas lelah dan penat setelah seharian berkerja dan beraktifitas lain. Namun tidak sedikit

Community Pot

Community Pot

yang memang aktifitasnya menggeluti budidaya anggrek. Lamanya pertumbuhan anggrek (slow growth) dijadikan kenikmatan tersendiri bagi petani dan hobiis anggrek.

Jika kita cermati tidak lah sebentar memelihara anggrek dari mulai bibit botol (flask) hingga

Seedling

Seedling

berbunga. Ambilah contoh jika kita menanam anggrek Dendrobium dan Phalaenopsis, dapat dirata-ratakan lama pertumbuhan dari aklimatisasi bibit botol (flask) – seedling – medium – remaja – dewasa (near flowering size) – hingga berbunga dapat mencapai waktu 1,5 tahun hingga 2,5 tahun. Untuk jenis tertentu

Medium

Medium

misalnya Cattleya dan Vanda melalui proses yang sama dapat mencapai 3,5 tahun hingga 5 tahun.

Untuk sebagaian orang, inilah yang disebut kenikmatan dan seni membudidayakan anggrek. Hari demi hari, bulan demi bulan hingga tahunan untuk satu kenikmatan menunggu dan berharap bunga akan keluar. Bukan suatu keniscayaan jika para penghobi anggrek pemula dapat melalui proses pembelajaran  ini.

D. Golden Queen x D. violaceo-flavens

D. Golden Queen x D. violaceo-flavens

Sukabumi dan Potensi Anggrek

Foto Udara

Foto Udara

Kata ‘Sukabumi’ berasal dari bahasa Sunda, yaitu Suka-bumen menurut keterangan menunjukkan arti daerah yang berhawa sejuk dan nyaman, membuat mereka yang datang ke daerah ini tidak ingin pindah lagi. Karena senang tinggal (-bumen) di daerah ini. Kota Sukabumi terletak pada bagian Tengah Selatan dari wilayah Jawa Barat, terletak di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango di sebelah Utara dan Hamparan pantai Samudera Hindia  di sebelah Selatan. Jarak dari Ibukota Jakarta 120 km dan jarak dari ibukota propinsi Bandung 96 km (Sumber: Situs Resmi Kota Sukabumi, 2009).

Pengembangan usaha budidaya anggrek masih perlu dikembangkan di wilayah Sukabumi. Saat ini ada beberapa perusahaan anggrek yang telah berinvestasi, contohnya adalah PT. Eka Karya Graha Flora yang terletak di daerah Cimangkok. Hal ini menandakan bahwa wilayah Sukabumi baik Kota dan Kabupatenya berpotensi dalam pengembangan budidaya anggrek.

Seedling Dendrobium

Seedling Dendrobium

Dikarenakan keadaan geografis yang sesuai dengan lingkungan tempat tumbuh anggrek, maka kami LC Nursery & Laboratory bertekad untuk mengembangkan usaha pembibitan anggrek hibrida di Kota Sukabumi. Bermula pada bulan Pebruari 2008 kami mulai membangun Rumah naungan (Screen House) untuk diisi berbagai jenis anggrek dari Genus Dendrobium, Cattleya, Vanda, Phalaenopsis baik hibrida maupun spesies yang akan digunakan sebagai induk silangan. Setahap demi setahap hingga penghujung tahun 2008 telah bertambah Green House yang telah kami isi dengan berbagai macam stadia tumbuh anggrek. Dari mulai bibit botol (flask), seedling, medium, remaja, dewasa hingga berbunga.

Anggrek Cattleya Hibrida

Anggrek Cattleya Hibrida

Diharapkan dari budidaya yang baik ini dapat menyumbang kebutuhan akan bibit dan bunga anggrek ke wilayah Jakarta, Bandung dan sangat memungkinkan dikirim ke seluruh wilayah Indonesia seperti yang telah kami lakukan saat ini. Semoga dengan semakin meningkatnya permintaan akan anggrek dari kebun kami seperti yang telah kami penuhi permintaannya dari Sumatera (Lhokseumawe, Banda Aceh, Medan, Palembang, Jambi, dan Pekanbaru), Kalimantan (Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Sanggau, dan Berau), Sulawesi (Ujung Pandang dan Tomohon). Maka potensi pengembangan budidaya anggrek di wilayah kota Sukabumi dan sekitarnya dapat merangsang kami untuk terus berinovasi menghasilkan bibit anggrek hibrida yang berkualitas baik.

LC Nursery & Laboratory,

Jl. Pelda Suryanta – Limusnunggal no. 121-122, Cibeureum Hilir Sukabumi, Kecamatan Cibeureum Hilir, Kelurahan Limusnunggal Telp. (0266) 211623, HP. 08122414377

New Product ‘Cattleya Hybrid’

Di bulan Maret 2009 ini kami merilis produk hibrida kerabat Cattleya. Produk berupa Bibit Botol (Flask) dengan harga jual Rp. 25.000,-. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi : 08122414377

KC 10

KC 10

Produk lainnya dapat dilihat di PRODUK KAMI

Terima kasih

LC

Merawat & Membungakan Cattleya ‘the Queen of Orchid’

c-guatemalensis-x-lc-rojoCattleya termasuk ke dalam salah satu dari 5 genus terpopuler di dunia selain Dendrobium, Paphiopedilum, Phalaenopsis dan Cymbidium. Penyebarannya dari Amerika tengah hingga ke Selatan. Kekerabatan yang dekat dengan genus yang lain seperti Brassavola, Laelia, Sophronitis, Epidendrum, Caulatron, Broughtonia, Schomburgia. Sehingga menghasilkan hibrida-hibrida baru yang menarik dan atraktif.

c-sophia-martin-x-c-thospol-tricum-porm-flower-girl_5001Beberapa spesiesnya antara lain : C. bowringiana (Honduras), C. citrina (Mexico), C. dowiana (Costa Rica), C. guttata (Brazil), C. intermedia (Brazil), C. labiata (Brazil), C. trianaei (Colombia). Pembudidayaan di Indonesia dapat dilakukan dengan baik dikarenakan adanya kemiripan iklim tropis dengan daerah asalnya. Untuk memperbaiki sifat spesiesnya maka dilakukan persilangan baik antar spesies ataupun antar genus. Hasilnya adalah bunga yang lebih besar, warna yang lebih atraktif, wangi, lebih tahan lama, dan berbunga di luar musim.

blc-orglades-grand-white-tian-mu_500Perawatan dan pembungaan anggrek Cattleya dapat dilakukan di Indonesia. Syarat tumbuhnya adalah sebagai berikut :

Media : dapat berupa media tunggal seperti Pakis, Sphagnum Moss, Kulit Kayu Pinus, ataupun Arang. Dapat pula menggunakan media kombinasi seperti Pakis dan Batu Zeolit, Pakis dan Sphagnum Moss, Pakis dan Arang.

Pot : dapat menggunakan pot keramik, pot plastik, kayu yang dapat disimpan di atas meja dan dapat digantung.

Suhu, Kelembapan dan Cahaya optimal berkisar antara 21 – 28 derajat Celsius di malam hari dan 27 – 31 derajat Celsius di siang hari. Kelebapan optimal adalah 65% – 85%. Cahaya yang dibutuhkan 60% – 75%.

Penyiraman ukuran baku dalam penyiraman tergantung kadar air yang terserap media tanam. Oleh karena perbedaan aplikasi penyiraman tergantung media tanam. Contohnya untuk Pakis dapat dilakukan pagi hari setiap hari.

Medium Size

Medium Size

Pemupukan tergantung dari fase pertumbuhan seperti bibit hingga remaja dapat menggunakan pupuk dengan kadar N:P:K = 25:5:20dan 30:10:10. Menjelang remaja hingga dewasa dapat menggunakan pupuk dengan kadar N:P:K = 20:20:20 dan 21:21:21. Untuk merangsang pembungaan dapat menggunakan pupuk dengan kadar N:P:K = 13:27:27, 10:55:10, 6:30:30 atau 10:40:15.

Beberapa hibrida hasil persilangan telah kami hasilkan terutama dari induk silangan yang memiliki tingkat kerajinan berbunga baik. Hibrida-hibrida tersebut antara lain :

Daftar Produk Cattleya LC


Arachnis celebica (Schltr.) J.J. Smith, Anggrek Kalajengking Berbulu Leopard

arachnis-celebica_bTumbuh menempel ternaungi kanopi pohon dengan ketinggian 12 m di atas permukaan tanah, dekat dengan pinggiran sungai. Melingkar batang pohon yang ditempelinya hingga tidak bisa terlihat pangkal ujungnya. Selain itu pula dapat tumbuh di daerah pinggiran sungai bersemak di atas kayu lapuk dekat dengan permukaan tanah atau di atas permukaan batuan kapu pada tebing sungai dan tanpa ternaungi kanopi.

arachnis-celebica_aPanjang daun mencapai 35 cm berwarna hijau tua pada daerah yang ternaungi, daun berwarna kekuningan jika terkena sinar matahari langsung. Lebar daun 5 cm berbentuk pita pipih (Strap Leaf), tersusun secara horisontal pada samping batang dengan jarak antar daun 5 cm.

arachnis-celebica_cAda beberapa kesamaan anatomi yang teridentifikasi sebelumnya yang sudah dipubkilasikan yaitu Sarcanthopsis nagarensis dari New Guinea (Papua) yang sekarang lebih dikenal dengan Vandopsis warocqueana. Menurut Peter O’Bryne (2004) dalam Malayan Orchid Review menyatakan bahwa pertama kalinya diidentifikasi sebagai Vandopsis celebica oleh Schlechter pada tahun 1911 yang ditemukan di daerah Minahasa di ketinggian 800 – 1.000 m dpl. Dijabarkan dalam ‘The Orchidaceae of the Celebes’ Part 1. Gambar Ilustrasi Schlechter pertama kalinya arachnis-celebica_ddalam ‘Repertorium Specierum Novarum Regni Vegetabilis’ tahun 1934. J.J. Smith sepakat dengan keputusan Schlechter dan memasukkannya ke dalam Genus Arachnis tahun 1912. Sejak itu anggrek ini dikenal dan diidentifikasi sebagai Arachnis celebica (Schltr.) J.J. Smith.

LC Nursery & Laboratory

Perbanyakan Generatif Paphiopedilum prestans

paphiopedilum-prestans_1Genus Paphiopedilum atau biasa disebut Lady Slipper dalam bahasa Inggris dan Anggerik Kasut dalam bahasa Malaysia masuk ke dalam 5 genus utama anggrek selain Cattleya, Cymbidium, Dendrobium, dan Phalaenopsis. Penyebarannya dari mulai China hingga Asia Tenggara. Paphiopedilum prestans merupakan spesies endemik yang penyebarannya hanya ada di Papua Indonesia. Dalam beberapa literatur Paphiopedilum prestans memiliki nama lain atau sinonim dengan Paphiopedilum glanduliferum, Paphiopedilum prestans var. wilhelminae, Paphiopedilum gardnerii.

Perbanyakan generatif melalui persilangan baik untuk tujuan konservasi dengan cara Selfing atau Sibling, atau untuk tujuan hibridisasi menghasilkan jenis baru dengan cara Crossing dapat dilakukan. Keunikan dari Genus Paphiopedilum adalah letak Column yang terlindungi oleh Lip atau Labellum, sehingga ada trik tertentu untuk dapat membuahinya. Pollen dari Paphiopedilum tidak berbentuk pollinia tetapi hanya berbentuk cairan lendir berwarna kuning yang membentuk gumpalan yang letaknya di samping column, sehingga memerlukan alat bantu seperti cotton bud untuk mengambil pollinia. Sedangkan alat kelamin betina tepat berada di bawah terlindungi labellum, sehingga perlu menggunakan alat seperti cutter untuk melubangi atau bahkan memotong labellum.

Langkah-langkah dalam penyerbukan Paphiopedilum prestans sebagai berikut:

paphiopedilum-prestans_21. Lubangi atau potong labellumnya sehingga akan memudahkan dalam penyerbukan;

2. Ambil pollinia dengan cara menempelkan atau menggosokannya pada cotton bud;

paphiopedilum-prestans_313. Setelah pollinia terambil dapat dilihat bahwa cotton bud berwarna kuning, maka proses penyerbukan dengan menggosokan cotton bud pada permukaan alat kelamin betina yang mengandung perekat. Sebagai catatan bahwa alat kelamin betina pada Genun Paphioedilum tidak berbentuk lubang seperti halnya pada Genus Cattleya, Dendrobium dan Phalaenopsis. Melainkan berbentuk cakram seperti piring yang permukaannya memiliki perekat;

paphiopedilum-prestans_44. Setelah penyerbukan dilakukan, pasang label penanda persilangan dan tanggal persilangan. Langkah selanjutnya menunggu hasil dari penyerbukan, jika bunga layu kemudian rontok maka proses penyerbukan gagal. Waktu yang dibutuhkan hingga buah matang atau siap untuk ditanam dalam media kultur sekitar 9 – 15 bulan, sangat lama bukan.

Terdapat kepuasan jika dapat menghasilkan silangan sendiri. Selamat mencoba.

LC Nursery & Laboratory

Musim Hujan dan Penyakit pada Anggrek ‘Bakteri’

Perubahan cuaca yang telah memasuki musim hujan, merupakan hal yang sudah menjadi ketentuan ‘Pengatur Jaga Raya’ ini. Kekhasan dari daerah beriklim Tropis seperti Indonesia yang memiliki 2 musim yaitu tatkala musim kemarau berakhir masuklah musim penghujan. Nantinya inilah yang membedakan antara daerah beriklim Tropis dengan daerah beriklim Subtropis dalam hal memelihara anggrek.

Anggrek di alamnya tumbuh dengan cekaman yang ekstrim, contohnya jika musim hujan maka hutan akan menyediakan air yang berlebih dan pada musim kemarau tentunya ketersediaan air bagi tumbuh dan berkembangnya anggrek menjadi berkurang. Tetapi permasalahan ini timbul tatkala kita memelihara anggrek di rumah atau di kebun. Penyakit yang menyerang anggrek antara lain dapat diakibatkan oleh Bakteri dan Jamur. Kedua penyakit ini berbeda dari cara serangannya, gejalanya, penyebarannya, penanggulangannya, dan pencegahan. Penyakit tersebut antara lain :

Erwinia carotovora (Busuk Lunak) diakibatkan oleh Bakteri, jika anda pernah melihat busuk lunak pada pangkal ‘Wortel’ atau ‘Kubis/Kol’ itulah salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Erwinia sp. Pada anggrek dapat menyerang pangkal batang, tunas baru, mata tunas, dan akar. Cara Serangan : Masuk ke dalam jaringan tanaman melalui lubang tanaman, luka pada tanaman, dan bekas potongan (Split). Gejala : Jaringan tanaman yang terserang berubah warna menjadi kuning kemudian coklat, biasanya mengeluarkan cairan lendir berbau busuk. Penyebaran penyakit : Cipratan air hujan yang jatuh ke tanah kemudian dipantulkan ke atas kembali, angin, tangan manusia, serangga, gesekan pakaian manusia, alat-alat pemotong. Pengendalian : Karantina tanaman yang terserang, jauhkan dari tanaman sehat, bakar tanaman, bersihkan alat pemotong dengan dibakar atau gunakan alkohol 70% sebelum digunakan. Alternatif pengendalian secara kimia adala menggunakan Physan 20 atau Streptomycin (Anti Biotik). Pencegahan : Sanitasi kebun, tinggikan rak untuk menghindari cipratan balik air hujan, Sirkulai udara. Pencegahan kikia menggunakan bakterisida atau anti biotik.

Phytomonas cattleyae (Busuk Coklat) diakibatkan oleh Bakteri, Serangan bakteri ini biasa menyerang anggrek genus Phalaenopis dan Cattleya, tetapi tidak menutup kemungkinan anggrek genus lain. Cara Serangan : Masuk ke dalam jaringan tanaman melalui lubang tanaman (stomata dan kutikula). Itulah kenapa pada Phalaenopsis serangannya sangat cepat busuk coklat di tengah daun walaupun daun anggrek tersebut tidak luka, genangan air sisa penyiraman di atas permukaan daun. Gejala : Daun berubah warna kemudian melunak (seperti berair di dalam jaringan). Terutama pada cattleya menyerang daun-daun tua yang penyebarannya dibatasi sopt hitam pada permukaan daun. Penyebaran penyakit : Air genangan sisa penyiraman, jika sudah terserang hati-hati dengan penularannya. Penularan dapat melalui tangan manusia, alat-alat kerja, gesekan pakaian. Pengendalian : Karantina tanaman yang terserang, jauhkan dari tanaman sehat, bakar tanaman, bersihkan alat pemotong dengan dibakar atau gunakan alkohol 70% sebelum digunakan. Potong bagian tanaman pada daun yang sehat dengan jarak yang cukup aman dari spot hitam pada daun. Alternatif pengendalian secara kimia adala menggunakan Physan 20 atau Streptomycin (Anti Biotik). Pencegahan : Sanitasi kebun, Sirkulai udara dapat mengurangi penyebaran dan menghindari serangan dikarenakan air siraman tidak menggenang terlalu lama. Pencegahan kimia dapat menggunakan bakterisida atau anti biotik.

7 Langkah Mudah Memelihara Anggrek

BACA, PELAJARI & LAKUKAN, Pelajari semua teknik budidaya anggrek, ikuti acara dan bergabunglah dengan organisasi local untuk mendapatkan informasi. Coba dan pelajari kesalahan terdahulu adalah guru yang paling baik. Cari informasi sebanyak mungkin. JIKA GAGAL, COBA DAN COBA LAGI, Coba untuk tetap memeliharan anggrek, dan terus mencoba. Bertanya kepada orang lain untuk mengatasi masalah yang terjadi dan tetap mencari informasi. SABAR, Jika anda memiliki anggrek yang sukar berbunga tetaplah untuk mencoba. Bersabar jika anggrek anda belum berbunga, gali lebih dalam mengenai karakteristik anggrek tersebut. JIKA TIDAK RUSAK JANGAN DIPERBAIKI, Contohnya pada Blc. Ports of Paradise yang ditanam pada pot tanah liat, kemudian berbunga. Dalam artikel lain dikatakan bahwa Blc. Ports of Paradise cocok ditanam pada slab (kulit kayu yang dipotong-potong) ternyata setelah pindah tanamn ternyata tanaman mati. LUANGKAN SEDIKIT WAKTU … DAPAT MENYELESAIKAN BANYAK MASALAH, Jangan menunda, jika mendapati masalah pada tanaman, baik itu serangan hama, jamur, dekomposisi media, dll. Lakukan perlakuan yang dibutuhkan secepatnya. Busuk akar akibat serangan bakteri dengan cepat menyebar sehingga perlu cepat mendapatkan perawatan. Satu atau Dua hama Tungau mungkin tidak terlihat secara kasat mata tetapi merupakan pertanda serangan untuk seluruh tanaman. CARI INFORMASI KEDUA, Jangan hanya mengandalkan satu saran dari para pengusaha atau petani anggrek. Selalu cek informasi setelah mendapatkan opini dari para ahli. Bacalah buku tentang anggrek dan selalu cek dan ricek dengan kebenaran informasi tersebut. TIDAK SEGAN UNTUK MERUBAH, Saat kita membeli suatu tanaman anggrek tanpa bunga, nama dan label tanyakan jenis dan namanya kepada penjual. Jika si penjual memberi nama A tetapi pada saat anggrek itu berbunga dan berbeda dengan identifikasi anggrek A, maka carilah nama anggrek tersebut dan rubahlah dengan nama yang benar (tertib dalam administrasi penamaan tanaman mencerminkan ke-profesionalan kita).

Blc. Ports of Paradise

Blc. Ports of Paradise

Aklimatisasi Bibit Anggrek ‘ala LC Nursery’

Kompot dalam Tray

Kompot dalam Tray

Aklimatisasi atau penyesuaian terhadap lingkungan baru dari lingkungan yang terkendali ke lingkungan yang relatih berubah. Bibit anggrek hasil perbanyakan secara in vitro membutuhkan proses adaptasi sebelum tumbuh besar menjadi tanaman.  Untuk itu perlu kiranya mengetahui tahapannya sebagai berikut :

-         Kriteria bibit botol yang siap dikeluarkan yaitu daun sudah menyentuh dinding atas botol, akar sudah tumbuh dengan baik, media sudah habis/kering, atau jika bibit dalam botol terkontaminasi jamur atau bakteri sehingga perlu segera dikeluarkan;

-         Tulis kode silangan atau nama jenis anggrek beserta tanggal keluar bibit botol gantungkan di baki kompot, tulis juga dalam buku sewaktu-waktu dapat dilacak;

-         Gunakan tray plastik berlubang sebagai pengganti pot kompot

-         Buka tutup botol dan gunakan kawat berujung melengkung ‘U’ dan tarik satu persatu bibit, usahakan akar terlebih dahulu yang di kelurkan;

-         Untuk mempercepat pekerjaan dapat pula dengan cara bungkus botol dengan koran dan pukul belakang botol dengan palu hingga pecah;

-         Setelah bibit dikeluarkan, dibilas di atas tray plastik berlubang kemudian semprot dengan air mengalir hingga sisa media agar yang menempel pada akar bersih;

-         Tiriskan bibit yang bersih di atas kertas koran;

-         Tanaman secara berkelompok bibit sesuai dengan ukuran bibit yang besar terlebih dahulu kemudian bibit yang kecil dengan posisi bibit berdiri;

-         Setelah selesai menanam simpan kompot anggrek di tempat yang teduh bersirkulasi udara baik;

-         Semprot menggunakan handsprayer kompot anggrek tadi keesokan harinya; setiap hari selama satu minggu;

-         Setelah satu minggu pertama penyiraman sudah dapat menggunakan air mengalir dari selang; pemupukan sudah dapat diaplikasikan menggunakan pupuk yang berimbang kadar N:P:K = 21:21:21 dengan konsentrasi ¼ anjuran dalam kemasan satu minggu dua kali;

-         Penggunaan Vitamin B1 dapat juga digunakan dengan konsentrasi 1/4/ anjuran dalam kemasan satu minggu sekali;

-         Setelah kompot anggrek berumur kurang lebih 1 – 1,5 bulan dengan ciri bibit sudah kekar dan akar baru sudah tumbuh, bibit dapat ditanam dalam individual pot berukuran 5 cm dengan media pakis atau sabut kelapa. Bibit dengan ukuran kecil dapat diteruskan penanamannya dalam kompot;

-         Catatan: Masing-masing nursery dan petani memiliki cara yang berbeda-beda. Cara yang kami lakukan bisa disebut dengan cara kering, dengan maksud menghindari bibit terlalu sering terkena air, karena akan mengakibatkan bibit menjadi lemas (osmosis rendah). Sehingga bibit saat ditanam akan layu dan tidak dapat berdiri;

-          Penggunaan fungisida yang biasa digunakan dalam beberapa buku tentang aklimatisasi dengan merendam bibit sebelum ditanam tidak kami lakukan kecuali bibit dalam botol sebelumnya sudah terkontaminasi jamur.