Beranda > Budidaya Anggrek > Perbanyakan Generatif Paphiopedilum prestans

Perbanyakan Generatif Paphiopedilum prestans

paphiopedilum-prestans_1Genus Paphiopedilum atau biasa disebut Lady Slipper dalam bahasa Inggris dan Anggerik Kasut dalam bahasa Malaysia masuk ke dalam 5 genus utama anggrek selain Cattleya, Cymbidium, Dendrobium, dan Phalaenopsis. Penyebarannya dari mulai China hingga Asia Tenggara. Paphiopedilum prestans merupakan spesies endemik yang penyebarannya hanya ada di Papua Indonesia. Dalam beberapa literatur Paphiopedilum prestans memiliki nama lain atau sinonim dengan Paphiopedilum glanduliferum, Paphiopedilum prestans var. wilhelminae, Paphiopedilum gardnerii.

Perbanyakan generatif melalui persilangan baik untuk tujuan konservasi dengan cara Selfing atau Sibling, atau untuk tujuan hibridisasi menghasilkan jenis baru dengan cara Crossing dapat dilakukan. Keunikan dari Genus Paphiopedilum adalah letak Column yang terlindungi oleh Lip atau Labellum, sehingga ada trik tertentu untuk dapat membuahinya. Pollen dari Paphiopedilum tidak berbentuk pollinia tetapi hanya berbentuk cairan lendir berwarna kuning yang membentuk gumpalan yang letaknya di samping column, sehingga memerlukan alat bantu seperti cotton bud untuk mengambil pollinia. Sedangkan alat kelamin betina tepat berada di bawah terlindungi labellum, sehingga perlu menggunakan alat seperti cutter untuk melubangi atau bahkan memotong labellum.

Langkah-langkah dalam penyerbukan Paphiopedilum prestans sebagai berikut:

paphiopedilum-prestans_21. Lubangi atau potong labellumnya sehingga akan memudahkan dalam penyerbukan;

2. Ambil pollinia dengan cara menempelkan atau menggosokannya pada cotton bud;

paphiopedilum-prestans_313. Setelah pollinia terambil dapat dilihat bahwa cotton bud berwarna kuning, maka proses penyerbukan dengan menggosokan cotton bud pada permukaan alat kelamin betina yang mengandung perekat. Sebagai catatan bahwa alat kelamin betina pada Genun Paphioedilum tidak berbentuk lubang seperti halnya pada Genus Cattleya, Dendrobium dan Phalaenopsis. Melainkan berbentuk cakram seperti piring yang permukaannya memiliki perekat;

paphiopedilum-prestans_44. Setelah penyerbukan dilakukan, pasang label penanda persilangan dan tanggal persilangan. Langkah selanjutnya menunggu hasil dari penyerbukan, jika bunga layu kemudian rontok maka proses penyerbukan gagal. Waktu yang dibutuhkan hingga buah matang atau siap untuk ditanam dalam media kultur sekitar 9 – 15 bulan, sangat lama bukan.

Terdapat kepuasan jika dapat menghasilkan silangan sendiri. Selamat mencoba.

LC Nursery & Laboratory

  1. Hendra
    Februari 12, 2009 pukul 3:11 am | #1

    Saya memiliki berbagai paphiopedilum yang telah memiliki buah. Untuk menyemainya buah tersebut, kemana saya harus orderkan. Dulu saya pernah bawa buah paphiopedilum saya ke Malang, tetapi kata pembotol disana belum ada yang bisa membotolkan paphio? apakah ini benar?
    salam

    hendra

    • Februari 12, 2009 pukul 9:42 am | #2

      Mas Hendra,
      Untuk menyemaikan benih paphiopedilum di media kultur saya pikir cukup sulit jika dibandingkan dengan Genus yang lain. Selain itu memakan waktu yang lebih lama.
      Saya pernah mendapatkan informasi dari Pak Ayub S. Parnata bahwa biji anggrek Paphiopedilum dapat bersimbiosis dengan akar dari Anggrek Phaius thankerville dan berkecambah (walaupun tidak sebanyak hasil laboratorium). Silakan dicoba.

      LC

  1. Belum ada trackback.