Arsip

Archive for the ‘Hibrida’ Category

Produk Bibit Botol (Flask) Cattleya Juli 2009

Juli 9, 2009 lcnursery 16 komentar

Kami sampaikan beberapa bibit botol silangan (hibrida) cattleya. Harga Rp. 25.000,-, isi 30 bibit. Siap kirim seluruh Indonesia. Bibit Botol Juli 2009

Foto Induk Silangan Cattleya Alliance

Foto Induk Silangan Cattleya Alliance

Kontak kami di HP. 08122414377

Progeni dari Dendrobium Gatton Sunray

D. Gatton Sunray

D. Gatton Sunray

Beberapa hasil silangan yang hasilnya menakjubkan salah satunya adalah : Dendrobium Gatton Sunray. Didaftar oleh Colman pada tahun 1919 (silangan lama sekali), dari tetua yang diseleksi dengan baik. Proses hibridisasi inilah yang menghasilkan anggrek berkualitas baik.

Dend. Gatton Sunray merupakan hasil hibridisasi atau persilangan antara D. pulchellum x D. Ilustre. Sedangkan Dend. Ilustre merupakan hasil hibridisasi atau persilangan antara D. pulchellum x D. chrysotoxum. Dalam istilah Pemuliaan atau Plant Breeding disebut sebagai Test Cross (Hasil persilangan disilangkan kembali dengan tetua betinanya).

Bunga D. Gatton Sunray

Bunga D. Gatton Sunray

Karakteristik Dend. Gatton Sunray antara lain : tinggi pseudobulb dapat mencapai 1 m, lebar pseudobulb dapat mencapai diameter 3 cm, tipe pertumbuhan sympodial, ciri khas lain daun menggugurkan (deciduous) kemudian berbunga. Bunga berwarna kuning (kenari) dengan ukuran 8 x 7 cm, dengan labellum berwarna kuning berambut ditengahnya berwarna coklat. Satu tangkai bunga dapat terdiri dari minimal 6-10 kuntum bahkan jika sudah lebih dewasa dapat lebih.

Penghargaan lomba (Awards) yang pernah disandangkan pada anggrek Dend. Gatton Sunray antara lain CCM/AOS dengan nilai 94.

Hubungi kami jika berminat mendapatkannya.

Categories: Hibrida Tag:,

Dendrobium ‘Primary Hybrids’ 1

Oktober 2, 2008 lcnursery 1 comment
D. Jessie Pung

D. Jessie Pung

Penting bagi para penyilang untuk mengetahui silsilah atau latar belakang dari sebuah induk anggrek. Sebagai penyilang yang baik ‘Good Breeder’ dan penyilang yang pintar membaca pelung ‘Smart Breeder’ (meminjam istilah Wirakusuma dari Edfrans Orchid) silsilah bagaikan road map untuk melihat ke masa depan. Sehingga dalam memprediksi hasil dari persilangan atau hibridanya tidak akan jauh meleset.

Dendrobium Jessie Pung disilangkan oleh W. Pung tahun 1955 antara Dendrobium schulleri x Dendrobium taurinum. Hingga tahun 2006 akhir belum ada yang menggunakan Dendrobium Jessie Pung sebagai induk silangan. Karakteristik dari induknya sudah mulai memudar. Dendrobium taurinum yang biasanya memiliki pseudobulb yang tinggi dan ramping tampak resesif jika dikawinkan dengan D. schulleri, sehingga tampak gen dominan terhadap tinggi tanaman terbukti dari bunga yang muncul pertama kali saat tinggi tanaman mencapai 25 cm. Bentuk bunga hasil persilangan antara bentuk bunga ‘Antelope Type’ untuk D. taurinum dan ‘Intermediate Type’ untuk schulleri menjadi menghasilkan perpaduan intermediate yang semi melintir. Warna bunga dari D. taurinum yang merah muda cerah menjadi hilang oleh warna kuning dari D. schulleri sehingga beberapa hibridanya menhasilkan warna kuning semburat kotor.

Dari hasil persilangan dari dua spesies ini masih dapat dihasilkan keturunan lanjutan yang belum dapat digambarkan keindahannya. Maju terus breeder Indonesia.

Categories: Hibrida Tag:

Dendrobium Violet Yamaji pantas dikoleksi

September 30, 2008 lcnursery Tinggalkan komentar
D. Violet Yamaji

D. Violet Yamaji

Keistimewaan dari anggrek hibrida  Dendrobium Violet Yamaji adalah persilangan Insection dalam genus Dendrobium. Induk silangan yang digunakan adalah Dendrobium Midnight x Dendrobium spectabile merupakan hasil silangan pada tahun 1981 oleh Richella. Berbagai medali gelar penghargaan telah dikalungkan salah satunya adalah gelar Dendrobium Violet Yamaji ‘Nalo’ HCC/AOS dengan point 78 dan nilai tertinggi CCM dengan point 84.

Induk silangan yang mengalir dalam darah D. Violet Yamaji antara lain D. macrophyllum, D. atroviolaceum, D. superbiens dan tentunya ’si Kribo’ dari Papua D. spectabile. Hingga akhir tahun 2006 belum pernah di silangkan kembali, sehingga belum teridentifikasi keturunan lanjutannya.