Open Order Seedlings Phalaenopsis

Sejak 21 Oktober 2016 kembali menulis di Blog ini, dilanjut dengan melayani pembelian pertama Seedlings Phalaenopsis untuk di kirim ke Makassar. Tidak terasa waktu begitu cepat, ya.. 4 tahun memang tidak terasa. Dan Hobby ini masih saja memerlukan perhatian yang serius. Terima kasih yang telah memberikan kepercayaan kepada kami dalam menyediakan anggrek untuk keperluan hobby dan usaha rekan-rekan.

Seedlings Phalaenopsis

Seedlings Phalaenopsis

Seni Bertanam Anggrek

Hampir 3-4 tahun rasanya saya tidak aktif dalam menulis di Blog Anggrek ini. Seiiring dengan penugasan yang tidak stay di satu tempat. Beberapa koleksi pun hancur berantakan, Laboratorium, kebun dan semua koleksi anggrek sudah tidak ada lagi.

Maaf jangan dijadikan sebagai demotifasi rekan-rekan pecinta anggrek. Dengan tulisan ni saya ingin memulainya kembali. Menggeluti hobby yang sejak SMA saya geluti. Tdak terbayang  20 tahun yang lalu saya hobby anggrek, menanamnya dan hanya sekedar menumbuhkan daunnya saja sudah cukup bahagia. Dan yang lebih bahgia adalah.. membahagiakan Ibu saya yg senang anggrek.

Ya.. dengan hanya waktu 3-4 tahun semua sirna. Dan ucapan maaf ini saya ucapkan pada konsumen, rekan penganggrek. Karena sampai saat ini nomer telepon ini masih juga berbunyi hanya sekedar ada stok anggrek apa.. Saya hanya bisa menjawab maaf sementara ini kami tidak berjualan anggrek karena rumah sekaligus kebun kami berserta lab nya sedang renovasi. Mudah-mudahan di tahun 2017 kami memulai kembali bergumul dengan anggrek sebagai hobby yang mengasyikan.

Sebagai memory dan penyemangat untuk saya sendiri, berikut saya postingkan anggrek Dendrobium Kiki Hendarsyah (D. conanthum x D.nindii) yang pernah saya silangkan. d.jpg

Kondisi Anggrek di Musim Hujan

Aerides odorata kerabat Vanda yang dapat tumbuhn dengan baik saat musim hujan

Aerides odorata kerabat Vanda yang dapat tumbuhn dengan baik saat musim hujan

Memasuki bulan November di beberapa wilayah di Indonesia memasuki musim hujan. Untuk itu para penghobi harus mencermati perubahan iklim tersebut yang berhubungan secara langsung dengan Anggreknya. Beberapa jenis (Genus) anggrek dapat hidup dengan baik pada kondisi terken air hujan. Seperti halnya Genus Vanda dan sejumlah kerabatnya. Vanda dapat sangat optimal pertumbuhannya saat musim hujan. Akar-akar baru akan bermunculan, dan terlihat gemuk dan segar. Dikarenakan akar Vanda yang lebih berfungsi sebagai akar Udara yang bergelantungan walaupun tanda media tanam.

Untuk genus Dendrobium khususnya dendrobium standar yang banyak beredar di Indonesia seperti tipe Keriting (Spatulata), tipe bulat (Phalaenanthae) dan tipe Intermediate yang merupakan persilangan keduanya dapat hidup dengan baik saat terkena air hujan langsung. Bulb (batangnya) akan nampak menggemuk daun pun berwarna hijau mengkilap, akar2 baru akan ermunculan. Namun perlu dicermati penggunaan media tanamnya. Jika media tanam menggunakan bahan yang mudah meloloskan air seperti arang kayu atau di tempel di batang kayu maka penyimpanan anggrek di hujankan secara langsung tidak terlalu bermasalah. Namun jika menggunakan media tanam yang mudah menyerap air maka harus dengan seksama diperhatikan. Karena air hujan yang terus menerus dapat membuat media tanam menjadi menjadi selalu basah dan memadat, sehingga aerasi udara dalam media menjadi berkurang. Sehingga akar baru tidak akan muncul, akar lama akan membusuk dan mempengaruhi pembusuka hingga bulb dan menyebakan kematian. Media tanam yang mudah menyimpan air antara lain pakis, serabut kelapa, ijuk, Sphagnum moss, akar kadaka, dan humus kaliandra.

D. Ricky Sie-Ahulani Hinojosa x D. Doctor Jamillah Ariffin

D. Ricky Sie-Ahulani Hinojosa x D. Doctor Jamillah Ariffin

Solusinya adalah 1) menggunakan media tanam kombinasi antara media yang keras seperti arang kayu dan salah satu dari media yang dapat menyimpan air; 2) menyimpan anggrek saat hujan ke tempat yang tidak terkena cipratan air hujan jika media masih basah; 3) tidak melakukan penyiraman saat media masih basah; 4) lakukan usaha terakhir dengan penyemprotan fungisida (anti jamur) dan atau bakterisida (anti bakteri) secara teratur pada tanaman anggrek kita.

Selamat berkebun, salam anggrek

Stok : Bibit Dendrobium Spesies (SOLD OUT)

Stok terbatas bibit botolan Dendrobium spesies harga Rp. 35.000,- belum termasuk ongkos kirim, siap kirim ke seluruh wilayah Indonesia menggunakan Paket TIKI, JNE, PT. Mex, PT. Next Cargo (Pesawat) untuk Pulau jawa dan Luar Jawa, da, Bis Pahala Kencana Untuk Sumatera hingga Palembang dan Seluruh Pulau Jawa dan Bali. Minimal pemesanan 5 botol.

Dendrobium lasianthera Botolan Rp. 35.000,-

Dendrobium lasianthera Botolan Rp. 35.000,-

Dendrobium schulleri Botolan Rp. 35.000,-

Dendrobium schulleri Botolan Rp. 35.000,-

Stok : Phalaenopsis Ex Taiwan (NEW PRICES)

JUAL anggrek bulan ex Taiwan berbagai macam warna dan corak. Pemesanan minimal 10 pot, dan siap kirim ke seluruh Indonesia. Harga belum termasuk ongkos kirim. Pengiriman dapat menggunakan TIKI, JNE, PT Mex dan jika di wilayah P. Jawa – Bali dapat menggunakan Pahala Kencana.

Stok sewaktu-waktu dapat berubah, dan penawaran ini sangat terbatas. Tersedia juga Phalaenopsis tipe standar ex Taiwan kualitas super. Order hubungi 08122414377 atau e-mail ke khendarsyah@gmail.com.

Kode : Phal Std 02 Harga Rp. 50.000,-

Kode : Phal Std 02 Harga Rp. 80.000,-

Kode : Phal Std 01 Harga Rp. 50.000,-

Kode : Phal Std 01 Harga Rp. 80.000,-

Kode : Phal 11 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 11 Harga Rp. 100.000,-

Kode : Phal 10 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 10 Harga Rp. 100.000,-

Kode : Phal 09 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 09 Harga Rp. 100.000,-

Kode : Phal 08 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 08 Harga Rp. 100.000,-

Kode : Phal 07 Mini Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 07 Mini Harga Rp. 100.000,-

Kode : Phal 06Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 06 Harga Rp. 100.000,-

Kode : Phal 05Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 05 Harga Rp. 100.000,-

Kode : Phal 04 Mini Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 04 Mini Harga Rp. 100.000,-

Kode : Phal 03 Mini Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 03 Mini Harga Rp. 100.000,-

Kode : Phal 02 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 02 Harga Rp. 100.000,-

Kode : Phal 01 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 01 Harga Rp. 100.000,-

Bijak Membeli Anggrek

Cym. Chen's Ruby

Cym. Chen’s Ruby termasuk genus Cymbidium yang dapat tumbuh dan berbunga di dataran medium tidak seperti kebanyakan Cymbidium yang dapat berbunga di dataran tinggi

Terkadang karena kegemaran pada bunga anggrek dan informasi yang kurang terhadap cara merawatnya, akan membuat kita putus asa dalam merawat anggrek. Hingga bisa dikatakan ‘kapok’ membeli anggrek. Hal ini juga pernah di alami oleh setiap orang yang masih awam atau baru memulai hobby tanaman epifit ini. Berbeda halnya jika kita hanya menikmati bunganya saja, setelah layu bisa saja kita abaikan bahkan mungkin tanamannya di buang ke tong sampah. Namun tidak demikian bagi penggemar tanaman, sekalipun sudah tidak berbunga kembali akan di rawat agar berbunga kembali.

Sedikit tips untuk penghobby anggrek yang baru mulai dalam memilih anggrek, sehingga lebih bijak dalam memilihnya :

1. Sesuaikan anggrek yang kita beli dengan tempat tinggal kita, pastikan anggrek tersebut sesuai dengan di mana kita tinggal, di daerah dataran rendah atau pesisir yang panas, daerah dataran sedang yang sejuk atau daerah dataran tinggi yang relatif dingin;

2. Pastikan cahaya matahari yang dibutuhkan oleh anggrek tersebut, apakah cocok di bawah terik matahari, atau harus ternaungi, baik oleh kanopi, pohon atau dinding rumah, Hal ini akan menentukan kerajinan berbunga;

3. Tetap beri asupan nutrisi anggrek yang telah kita beli, jangan sampai kita lupa untuk memberi pupuk dan menyiram anggrek tersebut, walaupun masih berbunga;

4. Pastikan umur muncul berbunga kembali, karena tidak semua jenis anggrek tidak bisa langsung berbunga kembali setelah selesai berbunga, bahkan beberapa jenis anggrek dapat melalukan istirahat (dorma) tanpa pertumbuhan sedikitpun dan akan memakan waktu yang tidak sebentar;

5. Cari informasi baik dari buku, kawan, atau pun media elektronik lainnya untuk mengetahui dan menambah informasi seputar anggrek.

Sekian sedikit tips yang dapat kami informasikan, jika ada pertanyaan silakan untuk menghubungi kami atau memberikan komentar terhadap tulisan ini. Salam Anggrek..

Konservasi Anggrek*

Paphiopedillum lowii

Paphiopedillum lowii

Anggrek lebih dikenal sebagai tanaman hias eksotik yang keberadaannya tersebar luas di hutan dataran tinggi hingga kawasan landai di pesisir pantai. Anggrek spesies yang tumbuh di habitat aslinya semakin hari terancam keberadaannya. Ancaman tersebut dapat berupa alih fungsi hutan menjadi areal perkebunan, industri, pertambangan dan perumahan selain ekploitasi yang berlebihan. Namun ada faktor yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia dalam penanganannya, yaitu ancaman dari bencana alam.

Indonesia yang sebagian wilayahnya dikelilingi oleh pantai dan pegunungan dan terletak di antara dua lepeng tektonik tidak menutup kemungkinan mengalami berbagai macam bencana alam. Seperti Gunung meletus, gempa bumi yang kadang disertai dengan Tsunami, pergeseran tanah yang mengakibatkan erupsi atau longsor. Pada tahun 2010 telah terjadi berbagai bencana alam seperti Tsunami di Mentawai, tanah longsor disertai dengan banjir bandang di Wasior Papua, dan meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta dan Jawa Tengah dan Gunung Bromo di Jawa Timur.

Terjadinya bencana alam tersebut dapat mengancam keberadaan anggrek di habitat aslinya. Ancaman tersebut sangat serius karena dampak kerusakannya dengan cepat dan dalam areal yang sangat luas. Sehingga perlu adanya langkah strategis untuk menanggulangi dan mengurangi dampak kerusakan anggrek di alam akibat bencana alam.

KONSERVASI IN SITU DAN EX SITU

Konservasi anggrek in situ di alamnya dalam bentuk hutan lindung dan hutan konservasi terus di lakukan. Selain itu konservasi anggrek ex situ di luar kawasan harus pula dikembangkan karena dapat dijadikan back up dari habitat di alamnya. Bayangkan oleh kita jika saja konservasi in situ yang selama ini telah dilakukan di kawasan hutan Gunung Merapi dengan sekejap hancur akibat erupsi gunung tersebut. Oleh karena itu penting diusahakan konservasi ex situ di luar kawasan. Tentunya harus didukung oleh informasi kesesuain tempat tumbuh anggrek tersebut.

Upaya pemerintah selama ini memberikan tanggung jawab identifikasi, eksplorasi, koleksi, dan konservasi di pundak balai penelitian pemerintah dengan unit pelaksananya. Keberadaannya sangat nyata dalam hal pengembangan ilmu pengetahuan khususnya anggrek. Seperti  Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Eka Karya di Bali. Kegiatan pelestarian anggrek di lingkup institusi merupakan bagian dari koleksi spesies tanaman dari berbagai wilayah di Indonesia dalam bentuk kebun raya, cagar alam, kebun koleksi spesies, kebun koleksi plasma nutfah, dan Arboretum.

Konservasi ex situ dapat pula dilakukan oleh univeritas dengan lembaga atau organisasi yang terkait. Laboratorium, Green House dan instalasi konservasi yang dimiliki oleh institusi tersebut setidaknya harus berjauhan dengan kawasan konservasi in situ yang rawan bencana alam. Hal tersebut untuk mengindari dampak yang sama dari kerusakan bencana alam. Sebut saja usaha perbanyakan spesies anggrek dengan perbanyakan melalui kultur in vitro. Dari satu buah anggrek dapat dihasilkan beribu-ribu bibit yang tumbuh dalam media khusus. Selain itu konservasi dengan teknik cryopreservation, di mana organ tanaman dalam bentuk polen, biji anggrek dapat dibekukan dalam suhu dan ruang tertentu. Kegiatan konservasi tersebut sangat mungkin dilakukan oleh universitas.

Peran universitas yang salah satu fungsinya pengabdian pada masyarakat dapat ikut serta dalam upaya pelestarian dan konservasi anggrek di habitatnya. Konservasi bukan hanya menjadi obyek penelitian dan upaya pelestarian saja. Namun di tangan para peneliti di universitas penyebaran informasi kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan, desa binaan, kerjasama pengabdian masyarakat  dapat dicapai. Selain itu aspek pemanfaatan potensi dan pengembangan anggrek untuk mencegah kepunahan, dan meningkatkan nilai ekonomis tanpa bertentangan dengan tujuan konservasi terlaksana dengan sinergis.

MASYARAKAT DAN KONSERVASI

Bulb. carunculatum

Bulb. carunculatum

Upaya konservasi anggrek dapat pula mengikut sertakan organisasi peranggrekan yang ada, pecinta dan hobiis anggrek dan pengusaha anggrek dalam hal ini dapat dikatakan sebagai masyarakat yang peduli anggrek. Tidak menutup kemungkinan peran serta mereka dapat disinergikan. Hanya tinggal bagaimana sinergi tersebut saling menguntungkan dan mendukung dari program konservasi anggrek.

Selama ini masyarakat kurang dapat merasakan secara langsung manfat dari konservasi anggrek, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah hutan. Sehingga perambahan anggrek yang memiliki nilai ekonomis tinggi membuat masyarakat di sekitar hutan mencari dan menjualnya. Berbeda halnya jika saja ada pemahaman yang baik terhadap permasalahan konservasi di tengah masyarakat.

Tentunya masyarakat yang memiliki informasi tentang konservasi dan memanfaatkan anggrek tersebut tidak menjadi kambing hitam dari terancamnya keberadaan anggrek.

Dapat diambil contoh apa yang telah dilakukan oleh masyarakat di sekitar hutan Wonosadi (MOI Edisi lalu) selain kearifan lokal yang ada di lingkungan masyarakat, mereka pun dapat memanfaatkan potensi hutan yang ada untuk keberlangsungan hidup sehari-hari. Maka permasalahan konservasi anggrek di lingkungan hutan Wonosadi dapat teratasi dengan adanya pemahaman pentingnya menjaga kelestarian anggrek namun dari sisi ekonomi pun dapat tercapai.

Coelogyne pandurata

Coelogyne pandurata

Kesadaran konservasi anggrek di masyarakat harus didukung oleh segenap pihak. Institusi penelitian dan pendidikan dapat memberikan informasi kepada masyarakat. Selain itu para stake holder yang dalam hal ini konsumen, pengusaha, petani dan hobiis anggrek dapat berkontribusi dalam usaha konservasi. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa stake holder ini lah anggrek menjadi bernilai ekonomis. Program konservasi yang

dilakukan oleh institusi pemerintah dan univeristas harus dapat menyentuh dan mengikutsertakan masyarakat

di sekitar hutan.

*) Tulisan ini pernah di muat di Majalah Orchid Indonesia