Agribisnis Anggrek 1

Dend. Chika Ayu

Dend. Chika Ayu

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa bunga anggrek memiliki pesona yang sangat indah. Sehingga para pecinta atau hobiis anggrek baru banyak bermunculan. Tua, muda, ibu, bapak semua berbaur dari pameran ke pameran untuk mendapatkan koleksi terbarunya. Dalam beberapa tahun ini dapat dikatakan terdapat stagnasi dari jenis anggrek baik itu warna dan bentuk. Hal ini terkait dengan kurangnya produksi anggek silangan (Hibrida) dalam negeri yang dapat menyaingi anggrek yang berasal dari luar negeri (Import) seperti Taiwan dan Thailand.

Ada peluang yang tergambar dari keadaan ini untuk segera mungkin mengatasi masalah tersebut. Yaitu dengan membuat sendiri anggrek hibrida sehingga akan berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri jika dibandingkan dengan anggrek import yang sudah lama beredar. Program yang dilaksanakan oleh DEPTAN RI berkaitan dengan ‘Pemilihan Tanaman Anggrek Hasil Persilangan Penyilang Dalam Negeri’ sudah berjalan kurang lebih 3 kali. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meminimalir ketergantungan terhadap produk anggrek import. Memang bukan dalam jangka waktu dekat hasilnya akan terasa, tetapi setidaknya usaha ini sudah dimulai.

Dend. leporinum x stratiotes '75/5'

Dend. leporinum x stratiotes

Bagaimana jika hibrida anggrek tersebut telah didapat? Pekerjaan selanjutnya adalah 1) Seleksi keturunan yang unggul : arahnya adalah menghasilkan tanaman yang sesuai dengan preferensi pasar, kebutuhan pasar, berbunga indah, bertangkai panjang, berumur pendek untuk berbunga, dan tahan terhadap perubahan iklim yang ekstrim juga hama dan penyakit; 2) kemudian di perbanyak secara masal dengan meristem (Meriklon) sehingga secara fenotifik dan genotifik cenderung sama dengan induknya. Salah satu cara dimana negara seperti Taiwan, Thailand dan Singapura menggerakan industri agribisnis anggrek.

Setiap tahun mereka menghasilkan silangan terbaru dan dirilis di pameran. Sehingga konsumen tidak akan jenuh dengan anggrek yan telah ada. Bahkan sangat memungkinkan tanaman yang sudah tidak jaman (Out of Date) diimport ke Indonesia dengan harga murah. Sehingga tidak aneh lagi disetiap pameran yang diselenggarakan di Indonesia jenis anggrek yang ada masih sama dan kurang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s