Musim Hujan dan Penyakit pada Anggrek ‘Bakteri’

Perubahan cuaca yang telah memasuki musim hujan, merupakan hal yang sudah menjadi ketentuan ‘Pengatur Jaga Raya’ ini. Kekhasan dari daerah beriklim Tropis seperti Indonesia yang memiliki 2 musim yaitu tatkala musim kemarau berakhir masuklah musim penghujan. Nantinya inilah yang membedakan antara daerah beriklim Tropis dengan daerah beriklim Subtropis dalam hal memelihara anggrek.

Anggrek di alamnya tumbuh dengan cekaman yang ekstrim, contohnya jika musim hujan maka hutan akan menyediakan air yang berlebih dan pada musim kemarau tentunya ketersediaan air bagi tumbuh dan berkembangnya anggrek menjadi berkurang. Tetapi permasalahan ini timbul tatkala kita memelihara anggrek di rumah atau di kebun. Penyakit yang menyerang anggrek antara lain dapat diakibatkan oleh Bakteri dan Jamur. Kedua penyakit ini berbeda dari cara serangannya, gejalanya, penyebarannya, penanggulangannya, dan pencegahan. Penyakit tersebut antara lain :

Erwinia carotovora (Busuk Lunak) diakibatkan oleh Bakteri, jika anda pernah melihat busuk lunak pada pangkal ‘Wortel’ atau ‘Kubis/Kol’ itulah salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Erwinia sp. Pada anggrek dapat menyerang pangkal batang, tunas baru, mata tunas, dan akar. Cara Serangan : Masuk ke dalam jaringan tanaman melalui lubang tanaman, luka pada tanaman, dan bekas potongan (Split). Gejala : Jaringan tanaman yang terserang berubah warna menjadi kuning kemudian coklat, biasanya mengeluarkan cairan lendir berbau busuk. Penyebaran penyakit : Cipratan air hujan yang jatuh ke tanah kemudian dipantulkan ke atas kembali, angin, tangan manusia, serangga, gesekan pakaian manusia, alat-alat pemotong. Pengendalian : Karantina tanaman yang terserang, jauhkan dari tanaman sehat, bakar tanaman, bersihkan alat pemotong dengan dibakar atau gunakan alkohol 70% sebelum digunakan. Alternatif pengendalian secara kimia adala menggunakan Physan 20 atau Streptomycin (Anti Biotik). Pencegahan : Sanitasi kebun, tinggikan rak untuk menghindari cipratan balik air hujan, Sirkulai udara. Pencegahan kikia menggunakan bakterisida atau anti biotik.

Phytomonas cattleyae (Busuk Coklat) diakibatkan oleh Bakteri, Serangan bakteri ini biasa menyerang anggrek genus Phalaenopis dan Cattleya, tetapi tidak menutup kemungkinan anggrek genus lain. Cara Serangan : Masuk ke dalam jaringan tanaman melalui lubang tanaman (stomata dan kutikula). Itulah kenapa pada Phalaenopsis serangannya sangat cepat busuk coklat di tengah daun walaupun daun anggrek tersebut tidak luka, genangan air sisa penyiraman di atas permukaan daun. Gejala : Daun berubah warna kemudian melunak (seperti berair di dalam jaringan). Terutama pada cattleya menyerang daun-daun tua yang penyebarannya dibatasi sopt hitam pada permukaan daun. Penyebaran penyakit : Air genangan sisa penyiraman, jika sudah terserang hati-hati dengan penularannya. Penularan dapat melalui tangan manusia, alat-alat kerja, gesekan pakaian. Pengendalian : Karantina tanaman yang terserang, jauhkan dari tanaman sehat, bakar tanaman, bersihkan alat pemotong dengan dibakar atau gunakan alkohol 70% sebelum digunakan. Potong bagian tanaman pada daun yang sehat dengan jarak yang cukup aman dari spot hitam pada daun. Alternatif pengendalian secara kimia adala menggunakan Physan 20 atau Streptomycin (Anti Biotik). Pencegahan : Sanitasi kebun, Sirkulai udara dapat mengurangi penyebaran dan menghindari serangan dikarenakan air siraman tidak menggenang terlalu lama. Pencegahan kimia dapat menggunakan bakterisida atau anti biotik.

8 thoughts on “Musim Hujan dan Penyakit pada Anggrek ‘Bakteri’

  1. bdnursery says:

    Pak…. busuk coklat itu spotnya warna hitam kan ya ??? dipermukaan daunnya tidak ada luka terbuka, tapi dalemnya gembuk…. kalo dipencet keluar cairan berwarna hitam kecoklatan ????
    kalu sudah terserang harus dibakar dan tidak bisa diselamatkan lagi ya ?hikss….
    Kalo physan gak ada, adanya bactocyn, bisa nggak pak ??? trus dosisnya berapa ml per liter???harus diaplikasikan berapa lama ??? (kalo manusia dikasih antibiotik biasanya dosis 3x sehari selama 1 minggu penuh + embel2 harus habis! kalo anggrek gimana pak???). Makasih sebelumnya….
    salam
    nk

    • lcnursery says:

      To Dedaunan,
      Sebelumnya maaf jika baru saja dibalas.
      Seranagan Bakteri memang seperti apa yang diidentifikasikan, Cairan yang berbau membedakan serangan Bakteri dengan Jamur. Menggunakan Bactocyn bisa saja dengan konsentrasi sesuai petunjuk pemakaian dalam kemasan. Lebih baik pencegahan saja jika dibandingkan dengan pengobatan. Bekas serangan tidak akan sembuh total (mulus lagi daunnya) hanya saja tidak akan menyebar. Selamat mencoba.

  2. napo says:

    tulisannya sudah lengkap tapi kalau bisa cantumkan dengan taksonomi, biologi dan morfologi, daur hidup dari Erwinia carotovora. karena saya perlu tentang E. carotovora.

    • Kiki Hendarsyah says:

      Terima kasih atas apresiasinya ..
      Kebetulan pembahasan dalam blog ini sudah kami sederhanakan dan tersaring agar lebih mudah dibaca dan dipahami oleh masyarakat umum. Jika memang bapak/ibu ingin memperoleh pembahasan lebih lanjut, dapat membaca dalam literatur, seperti : Penyakit Tanaman Hortikultura, Penyakit Tanaman Perkebunan ‘Haryono Semangun’, Ilmu Penyakit Tumbuhan ‘Agrios’, atau dalam Plant Phatology.

      LC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s