Pupuk dan Pemupukan Anggrek .. 1

Phal. violacea adalah anggrek spesies Indonsia
Phal. violacea adalah anggrek spesies Indonsia

Anggrek dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan nutrisi. Di habitat aslinya anggrek mendapatkan nutrisi yang bersumber dari debu, uap air, kotoran hewan semisal burung, atau pun untuk anggrek terestrial (anggrek tanah) dapat melalui media serasah daun yang melapuk. Sehingga nutrisi yang diperoleh sedikit demi sedikit sesuai dengan kondisi di alam.

Pertanyaannya adalah bagaimana jika anggrek tersebut telah dibudidayakan baik skala rumah tangga maupun skala komersial. Dan sumber nutrisi apa yang dapat digunakan untuk memupuk anggrek?

Sumber nutrisi untuk anggrek yang telah dibudidayakan dapat bersumber dari pupuk yang diberikan. Sama halnya dengan tanaman selain anggrek, pupuk pun merupakan salah satu faktor unsur untuk memicu produktifitas pertumbuhan atau hasil. Dalam kesempatan ini dapat disampaikan pengelompokkan pupuk antara lain :

1. Pupuk Tunggal, adalah pupuk yang memiliki unsur kimia tunggal yang disuplay untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan tanaman. Contohnya adalah Urea (Amoniak/N 46%), SP 36 atau SP 18 (Phosphat/P 36-18%). Unsur tersebut didapat dari pengolahan bahan kimia buatan pabrik.

2. Pupuk 2 Unsur, adalah pupuk yang memiliki 2 unsur kimia yang disuplay untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan tanaman. Contohnya adalah KNO3 (Kalium/K dan Nitrat/N). Unsur tersebut didapat dari pengolahan bahan kimia buatan pabrik.

3. Pupuk Majemuk, adalah pupuk yang memiliki lebih dari 3 unsur kimia yang disuplay untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan tanaman. Contohnya adalah NPK (Nitrogen Phosphat Kalium), biasanya memiliki kadar unsur kimia 21:21:21, 16:16:16. Dapat ditemukan di toko pertanian dengan merek Mutiara, BASF, dll. Unsur tersebut didapat dari pengolahan bahan kimia buatan pabrik.

Dengan mengetahui jenis unsur yang dikandung dalam pupuk, diharapkan para petani atau hobiis dapat menggunakan pupuk tersebut secara efektif dan efisien. Tunggu informasi selanjutnya ….. BERSAMBUNG

Advertisements

Dendrobium amboinensis … Permata dari Ambon

D. amboinensis Hook 1856

D. amboinensis Hook 1856

Anggrek yang masuk dalam Genus Dendrobium ini memiliki keindahan yang tiada tara. Bunganya dapat mencapai ukuran diameter 25-30 cm jika dibentangkan dari sepal terminal ke sepal lateral. Sayangnya bunga anggrek ini tidak tahan lama hanya 1 hari, bahkan mekar penuhnya hanya beberapa jam. Dapat berbunga 2-4 kuncup secara bersamaan. Dapat berbunga setiap saat tanpa mengenal musim. Distribusi penyebaran hingga kini diketahui di Kepulauan Maluku dan sekitarnya. Tentunya anggrek ini sangat menghendaki suhu yang panas karena tumbuh di alam dekat dengan permukaan laut.

Perawatan : Penyiraman 1 hari sekali jika kondisi cuaca kering, bisa tumbuh baik dengan naungan shading net saja sehingga air hujan dapat masuk.

Pemupukan : Seminggu 2 kali, menggunakan Pupuk 21:21:21

Intensitas cahaya : 80% s.d. 50% masuk

Suhu : Malam 22 derajat C s.d. 27 derajat C, Siang 29 derajat C s.d. 33 derajat C