Catasetum Alliance … Trik & Tips

Cycd. Jumbo Erebus 'Lc#1'

Cycd. Jumbo Erebus 'Lc#1'

Anggrek yang sedang digemari oleh para hobiis di Indonesia ini merupakan anggrek eksotik yang daerah penyebarannya di Amerika Tengah hingga Selatan. Tentunya memiliki habitat yang hampir mirip dengan lingkungan di Indonesia yang Tropis. Pengelompokkan terbesar dari Catasetum Alliance antara lain adalah Genus Catasetum sp., Clowesia sp., Cynoches sp., dan Mormodes sp.

Genus Catasetum, memiliki kurang lebih 166 species (Wikipedia) yang tersebar dari Mexico hingga Brazil. Ciri anatomi dari anggrek ini adalah : Pseudobulb yang gemuk menyerupai cerutu dengan buku, Daun berlipat ke atas dan gugur (Deciduous), sehingga pseudobulb akan tampak kurus setelah daun gugur. Saat anggrek tersebut remaja maka akan terjadi dormansi tanpa ada tanda pertumbuhan sedikit pun seperti penambahan akar atau tunas. Setelah beberapa bulan maka akan keluar tunas baru disertai akar baru. Untuk Catasetum dewasa sebelum dormansi maka akan mengelurkan tangkai bunga dari dasar Pseudobulb, disertai kuntum bunga yang unik. Bunga catasetum dapat berupa bunga jantan atau betina (Unisexual).

Genus Clowesia, memiliki kurang lebih 7 spesies (Wikipedia) tersebar di Amerika Selatan, dengan ciri anatomi hampir sama dengan Catasetum. Hanya bentuk bunga yang berbeda dan Pseudobulb yang lebih pendek.

Genus Cynoches, memiliki kurang lebih 16 spesies (Wikipedia) tersebar di Amerika Selatan, dengan ciri anatomi hampir sama dengan Catasetum dan Clowesia. Hanya tangkai bunga dapat keluar dari ruas Pseudobulb bagian atas. Anggrek Genus Cynoches biasa disebut sebagai Swan Orchids karena tempat menempelnya putik (Column) yang menyerupai leher angsa.

Genus Mormodes, memiliki kurang lebih 70 spesies (Wikipedia) tersebar di Amerika Selatan, dengan ciri anatomi hampir sama dengan Cynoches. Dari ke empat Genus tersebut dapat disilangkan untuk menghasilkan hibrida baru yang eksotik dengan sifat keturunan kombinasi dari tetua induknya.

Budidaya :

1. Intensitas Cahaya; kuat dengan intensitas yang terang sekitar 3.000 s.d. 6.000 Foot Candle atau setara dengan 75-80% cahaya masuk dalam rumah naungan. Bahkan beberapa penelitian mengatakan untuk menghasilkan bunga betina yang nantinya akan digunakan untuk disilangkan, Tips-nya yaituintensitas cahaya perlu di tambah saat muncul tangkai bunga.

2. Pengairan; penyiraman dilakukan sesuai dengan media yang digunakan. Untuk media yang mudah menyerap air dan lama menyimpan air seperti Sphagnum Moss, Pakis atau Sabut Kelapa maka penyiraman dapat dikondisikan saat media telah kering. Catasetum Alliance merupakan genus yang tidak suka dengan air yang banyak. Khusus saat fase dormansi maka penyiraman tidak diperlukan.

3. Kelembapan; dibutuhkan sekitar 40-60% walaupun dapat toleran hingga kondisi sangat lembap hingga 90%. Media yang baik untuk Catasetum dari yang telah kami gunakan adalah : Pakis Papan yang dipotong berbentuk dadu 4x4x4 cm, campuran sabut kelapa dengan arang, campuran arang dengan genting. Trik-nya adalah gunakan pot yang memiliki lubang samping yang cukup untuk aerasi akar.

4. Pemupukan; dapat menggunakan pupuk organik cair yang disemprotkan keseluruh bagian tanaman. Ataupun dapat menggunakan pupuk kimia dengan kandungan N:P:K=30:10:10 atau 20:20:20. Di nursery kami biasa menggunakan Top Soil atau Gaviota 63. Tips lain adalah tidak melakukan pemupukan saat fase dormansi.

Selamat mencoba dan nikmatilah keeksotikan anggrek Catasetum Alliance.

LC

2 thoughts on “Catasetum Alliance … Trik & Tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s