Sun Burn … Kerusakan Fisiologis pada Daun Anggrek

Sun Burn pada daun Cattleya

Sun Burn pada daun Cattleya

Untuk para penghobi Anggrek baru, terkadang sulit untuk menempatkan anggrek di rumahnya. Saat masih berbunga dapat disimpan di teras rumah atau bahkan di ruang tamu sebagai penghias ruangan. Tetapi saat bunga sudah layu berguguran, di mana letak yang tepat untuk menyimpan anggrek tersebut. Beberapa penghobi bahkan ada yang sudah memiliki tempat naungan untuk anggreknya. Dibuat dengan sederhana menggunakan Shading net atau bahkan ada juga yg mengandalkan kanopi pohon yang besar.

Sun Burn pada daun Dendrobium

Sun Burn pada daun Dendrobium

Namun ada kalanya penghobi yang hanya memiliki beberapa pot anggrek menjadi kesulitan dalam memeliharanya. Dan keputusan yang diambil dengan menyimpan begitu saja di halaman tanpa memperhatikan sinar matahari yang diterima oleh daun.

Pada dasarnya anggrek epifit adalah anggrek yang dapat tumbuh dengan menempel pada pohon atau pun di bebatuan di hutan. Dapat tumbuh dan berkembang dengan naungan kanopi pohon besar dan tinggi, sehingga intensitas cahaya matahari yang diterima oleh daun menjadi berkurang. Atau mungkin hanya menerima sinar matahari penuh saat pagi dan sore hari, sehingga panas terik sinar matahari tidak terlalu menyengat.

Sun Burn pada Daun Coelogyne

Sun Burn pada Daun Coelogyne

SUN BURN atau terbakar matahari merupakan gejala kerusakan secara fisiologis. Yaitu gejala di mana larutan dalam sel-sel tanaman menguap karena respirasi yang sangat cepat. Sehingga tampak kerusakan secara fisiologis dengan gejala seperti :

1. Adanya kerusakan jaringan di atas permukaan daun, berupa lingkarang berwarna putih jika tidak terlalu parah dan akan berubah warna menjadi coklat (gosong) jika terkena sinar matahari yang sangat terik;

2. Adanya cekungan pada permukaan daun dan hanya meninggalkan bekas berupa jaringan seperti jaring yg sudah kering;

3. Daun akan berlubang jika terkena sinar matahari yang sangat terik.

Seidenfadenia mitrata 'LC Blue Lip'

Seidenfadenia mitrata 'LC Blue Lip'

Untuk itu diperlukan informasi yang akurat bagaimana mencegah dari kerusakan SUN BURN pada anggrek kita. Informasi yang harus kita peroleh adalah : 1). mengetahui habitat dari anggrek yang kita pelihara. Apakah anggrek tersebut dapat adaptif terhadap sinar matahari yang kuat atau perlu dinaungi; 2). Sebagai penghobi pun harus mengetahui intensitas cahaya yang diperlukan anggrek walaupun tidak menggunakan alat. Caranya dengan trial and error mengamati pertumbuhan; 3). mencoba untuk selalu bertanya dan mencari informasi tentang budidaya anggrek. Sinar matahari merupakan faktor utama dalam pertumbuhan anggrek. Sinar matahari menyediakan energi untuk mengolah CO2 dan H2O menjadi fotosintat dalam siklus fotosintesis anggrek. Tapi pengetahuan mengenai kebutuhan akan sinar matahari pada anggrek pun perlu kita ketahui. Selain itu informasi ini dapat bermanfaat untuk membedakan kerusakan pada anggrek, apakah terkena serangan hama atau penyakit, ataukah kerusakan fisiologis akibat kesalahan dalam budidaya anggrek.

Berikut beberapa genus anggrek beserta persentasi intensitas cahaya (cahaya diterima) yang adaptif terhadap pertumbuhan:

1. Aerides 90-100%

2. Arachnis 100%

3. Bulbophyllum 65-75%

4. Cattleya 65-75%

5. Cymbidium 65-75%

6. Dendrobium (section Spatulata) 75-100%

7. Dendrobium (section Latourea) 65-75%

8. Dendrobium (section Nobile) 55-70%

9. Grammatophyllum 65-75%

10. Phalaenopsis 40-55%

11. Paphiopedilum 65-75%

Advertisements

Prinsip Penyerbukan untuk medapatkan Hibrida Anggrek

Anatomi Bunga

Morfologi Bunga

Perbanyakan anggrek melalui proses penyerbukan dapat di katakan sebagai perbanyakan generatif. Hal ini bertujuan untuk memperoleh bibit anggrek yang baru dalam jumlah banyak, mengetahui ke-heterogenan kromosom, membuat hibrida baru dengan warna, bentuk yg variatif, dan menghasilkan bunga anggrek yang unggul.

Untuk dapat melakukan kegiatan penyerbukan maka langkah pertama adalah mengetahui morfologi dari bunga anggrek. Bunga Anggrek terdiri dari tiga Sepal dan tiga Petal di mana salah satu Petal telah termodifikasi menjadi Labellum atau lidah. Kebanyakan anggrek berkelamin komplit yaitu alat kelamin jantan dan betina berada dalam satu bunga yang letaknya berada di dalam Column. Tetapi ada juga yang terpisah seperti antara lain pada Genus Catasetum, Cynoches, Mormodes, yang memiliki satu alat kelamin pada satu bunga.

Selubung anthera (Anther Cap) membungkus 2 buah pollen yang di sebut polinia di mana menempel pada Viscidium dengan lapisan perekat. Penyerbukan dilakukan dengan menyimpan pollen pada Anther atau alat kelamin jantan pada stigma atau alat kelamin betina.

Beberapa penamaan penyerbukan yang dikenal dalam anggrek adalah :

1. Selfing : Penyerbukan sendiri pada satu Spesies anggrek dalam satu pohon; contoh : Dendrobium nindii ‘Blue Wing’ x Self

2. Sibling : Penyerbukan pada satu Spesies anggrek berbeda pohon; contoh : Phalaenopsis amabilis ‘Pure White’ x Phalaenopsis amabilis ‘Crown’

3. Crossing : Penyerbukan ini dapat berbagai macam jenis, antara lain (a) Inter section atau penyerbukan dalam Satu Genus Satu Section berbeda species; contoh : Dendrobium bigibbum (Section : Phalaenanthe) x Dendrobium affine (Section : Phalaenanthe), (b) Outer section atau penyerbukan dalam Satu Genus berbeda Sectiom berbeda species; contoh : Dendrobium affine (Section : Phalaenanthe) x Dendrobium canaliculatum (Section : Spatulata), (c) Bigenus penyerbukan antar Genus; contoh : Vanda limbata x Ascocentrum miniatum.

Phalaenopsis venosa '#1'

Phalaenopsis venosa '#1'

Dari hasil perbanyakan generatif ini akan menghasilkan buah yang di dalamnya terdapat ribuan bahkan artusan ribu biji anggrek yang menyerupai tepung berwana putih hingga kekuningan.

LC