Prinsip Penyerbukan untuk medapatkan Hibrida Anggrek

Anatomi Bunga

Morfologi Bunga

Perbanyakan anggrek melalui proses penyerbukan dapat di katakan sebagai perbanyakan generatif. Hal ini bertujuan untuk memperoleh bibit anggrek yang baru dalam jumlah banyak, mengetahui ke-heterogenan kromosom, membuat hibrida baru dengan warna, bentuk yg variatif, dan menghasilkan bunga anggrek yang unggul.

Untuk dapat melakukan kegiatan penyerbukan maka langkah pertama adalah mengetahui morfologi dari bunga anggrek. Bunga Anggrek terdiri dari tiga Sepal dan tiga Petal di mana salah satu Petal telah termodifikasi menjadi Labellum atau lidah. Kebanyakan anggrek berkelamin komplit yaitu alat kelamin jantan dan betina berada dalam satu bunga yang letaknya berada di dalam Column. Tetapi ada juga yang terpisah seperti antara lain pada Genus Catasetum, Cynoches, Mormodes, yang memiliki satu alat kelamin pada satu bunga.

Selubung anthera (Anther Cap) membungkus 2 buah pollen yang di sebut polinia di mana menempel pada Viscidium dengan lapisan perekat. Penyerbukan dilakukan dengan menyimpan pollen pada Anther atau alat kelamin jantan pada stigma atau alat kelamin betina.

Beberapa penamaan penyerbukan yang dikenal dalam anggrek adalah :

1. Selfing : Penyerbukan sendiri pada satu Spesies anggrek dalam satu pohon; contoh : Dendrobium nindii ‘Blue Wing’ x Self

2. Sibling : Penyerbukan pada satu Spesies anggrek berbeda pohon; contoh : Phalaenopsis amabilis ‘Pure White’ x Phalaenopsis amabilis ‘Crown’

3. Crossing : Penyerbukan ini dapat berbagai macam jenis, antara lain (a) Inter section atau penyerbukan dalam Satu Genus Satu Section berbeda species; contoh : Dendrobium bigibbum (Section : Phalaenanthe) x Dendrobium affine (Section : Phalaenanthe), (b) Outer section atau penyerbukan dalam Satu Genus berbeda Sectiom berbeda species; contoh : Dendrobium affine (Section : Phalaenanthe) x Dendrobium canaliculatum (Section : Spatulata), (c) Bigenus penyerbukan antar Genus; contoh : Vanda limbata x Ascocentrum miniatum.

Phalaenopsis venosa '#1'

Phalaenopsis venosa '#1'

Dari hasil perbanyakan generatif ini akan menghasilkan buah yang di dalamnya terdapat ribuan bahkan artusan ribu biji anggrek yang menyerupai tepung berwana putih hingga kekuningan.

LC

5 thoughts on “Prinsip Penyerbukan untuk medapatkan Hibrida Anggrek

  1. doddy says:

    kang saya mau tanya
    1. apa bedanya jenis alba dan flava ?
    2. apa artinya jika ada silangan dengan istilah intermedia?
    3. jika silangan dengan metode selfing, apa ada kemungkinan cacad genetik?
    4. Bagaimana caranya menghasilkan silangan supaya anakannya seragam. (sel jantanxsel betina)?

    • lcnursery says:

      Mas Doddy ..
      1. Biasanya penyebutan ‘Alba’ untuk tanaman yang secara genetik menjadi albino. Contohnya untuk Phalaenopsis bellina yang biasa nya warna kuning dan biru/ungu. Form Alba jadi keluar Putih. Dan untuk ‘Flava’ sama dengan Alba hanya form untuk Flava biasanya tidak ada garisnya, contoh pada Phalaenopsis amboinensis atau Phalaenopsis cornu-cervi …. warna latar kuning dan garisnya tidak ada.
      2. Saya tidak ngerti pertanyaanya …. ‘Intermedia’….? Yang ada istilah intermediate dan Interspecies, Intergenus, Intergeneric.
      3. Cacat Genetik mungkin ada …. tapi lebih disebab kan faktor luar … seperti zat pengatur tumbuh atau bahan kimia yang OD.
      4. Silangan dengan anakan seragam … kecil kemungkinan didapat. Kecuali jika Induknya sudah pasti Homozygot dan bukan heterozygot. Mau dibalik Jantan x Betina atau Betina x Jantan tidak akan sama. Terjadi Segregasi ….

      Selamat mencoba terus
      LC

  2. Samar Rotrin says:

    Mas Kiki, numpang tanya,apakah angrek bulan semua jenis dapat dilakukan pembungaan lagi dengan teknik di potong batang bunga nya?.kalau YA bagaimana mengetahuan percobaan tersebut dapat sukses seperti yang di tunjukan dalam suatu video pada repot.me.

    Mengapa bila anggrek yang telah berbungan sangat sulit untuk dibuat berbunga kembali,mohon informasinya.

    Salam Angrek

    Samar (samarorchid@gmail.com)

    • Kiki Hendarsyah says:

      Untuk anggrek bulan … pembungaan kembali dari bekas tangkai bunga yang masih beruas dimungkinkan akan dapat mengeluarkan tangkai bunga yang baru dan akhirnya akan berbunga, walau jumlah bunga tidak sebanyak dari tangkai bunga utama. Hal ini tergantung juga pada genetik dan lingkungan dari tanaman anggrek tersebut.

      Untuk anggrek yang sudah berbunga kemudian susah berbunga kembali, dapat diakibatkan bbrp hal :
      1. Kenali jenis anggreknya, dari mulai jenis anggrek dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi. Biasa disebut anggrek panasa dan anggrek dingin. Anggrek Dingin seperti Phalaenopsis contohnya akan lambat berbunga kembali jika kita menanamnya didaerah pantai;
      2. Faktor genetik yang memang akan berbunga 1 tahun sekali atau dapat pula bertahun-tahun. Namun ada pula yang rajin berbunga;
      3. Ukuran tanaman mempengaruhi intensitas pembungaan, semakin dewasa semakin rajin berbunga. Apalagi untuk anggrek sympodial jika ingin rajin berbunga jangan displit (diperbanyak vegetatif);
      4. Ada kalanya pengusaha atau pekebun anggrek memperlakukan anggrek di kebun sangat optimal, seperti lingkungan, pupuk, perawatan, dll. Sedangkan jika pemeliharaan di rumah seadanya dan sesempatnya, ini juga akan berpengaruh untuk beberapa saat sampai anggrek tersebut beradaptasi.

      Kiki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s