Pertimbangan untuk Menanam Kompot Anggrek

Kompot Anggrek

Kompot Anggrek

Fase pertumbuhan bibit anggrek setelah dalam botol, adalah fase aklimatisasi. Namun cara dan metode dalam proses aklimatisasi tergantung pada kemampuan dalam pemeliharaan dan kondisi bibit itu sendiri. Karakteristik dan kondisi bibit yang memerlukan penanganan aklimatisasi dengan menanam dalam kompot (community pot) perlu diketahui. Kondisi tersebut antara lain :

1. Bibit dalam botol masih terlalu kecil, atau kondisi dalam botol tidak seragam pertumbuhannya. Sehingga bibit yang berukuran besar dari botol dapat langsung di tanam individu pot, namun bibit yang kecil memerlukan penanaman kelompok;

2. Kondisi lingkungan tempat tumbuh kurang terjaga kelembapannya, sehingga penanaman kelompok dapat membantu untuk menjaga kelembapan antar masing-masing individu tanaman;

3. Tempat di mana kita menyimpan bibit tersebut tidak memungkinkan atau dapat dikatakan sempit, sehingga penanaman individu pot dirasakan tidak memungkinkan;

4. Selain itu jenis dari anggrek pun mempengaruhi  dalam mengambil keputusan cara aklimatisasi anggrek;

5. Keahlian atau kebiasaan dari budidaya juga mendukung dalam keberhasilan penanaman. Sekiranya telah terbiasa dengan penanaman kompot maka lakukan, namun jika terbiasa dengan penanaman individu pot tidak masalah;

Kompot dalam Tray

Kompot dalam Tray

6. Berbagai kemungkinan dapat terjadi dalam proses penanaman kelompok, namun pengalaman adalah pelajaran yang paling berharga. Sehingga dapat meminimalisir kematian dalam proses pembelajaran tersebut.

Anggrek yang telah tumbuh dikompot dapat langsung di tanaman dalam individu pot setelah tanaman anggrek tersebut memperlihatkan pertumbuhan. Seperti akar, batang, dan daun baru telah tumbuh. Daun dan batang lebih tebal dan bertambah ukurannnya. Tidak ada ukuran waktu yang baku dalam hal pindah tanam ke individu pot. Namun seiring dengan pertambahan ukuran maka pot dalam penanaman kelompok harus cepat di pindah tanamkan. Siapkan saja pot individu ukuran 5-8 cm dan media tanam berupa cacahan pakis, atau sphagnum moss. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s