14 thoughts on “Dendrobium

  1. selamet says:

    ma;af pak tadi saya sekilas membaca tentang media pakis sangat gagal total dalam meng aklimatisasi anggrek dendrobium ……..jadi disini saya mau tanyak kpada bapak ….bisakah dengan media lumut…air..pak trimakasih..?

    • Kiki Hendarsyah says:

      Pa Selamet…

      Inti dari media aklimatisasi bukan dari bahan nya tapi bagaimana kita dapat memprediksi air dan kepadatan dari media tersebut. Pakai pakis pun bisa, beberapa pekebun menggunakan pakis untuk aklimatisasi, ada yang menggunakan sabut kelapa yang digulung, menggunakan moss, ada pula yang hanya digantung saja..

  2. Ivoy says:

    Maaf pak,, ada beberapa cara perbanyak anggrek,, ada kultur jaringan dari seed,, kloning bagian tanaman,, dari keiki,, dan mungkin ada cara yang lain yang belum saya ketahui,, pertanyaannya.
    * Apa kelebihan dan kekurangan dari kultur kloning,,
    * apakah benar anggrek dari kloning ketika berbunga nanti,, bunganya tidak akan sebanyak dari seed/keiki
    Dengan opsi,, dari induk,, perawatan,, dan lingkungan yang sama,, terima kasih

    • Kiki Hendarsyah says:

      Bu Ivoy

      Betul sekali banyak sekali teknik perbanyakan anggrek. Namun intinya hanya dua : 1) Generatif (Perkawinan) dan 2) Vegetatif (Tanpa proses perkawinan/penyerbukan). Kultur kloning masuk ke dalam jenis perbanyakan Vegetatif karena menggunakan bagian tanaman untuk di perbanyak tanpa ada perkawinan.
      Keuntungan Kultur Kloning :
      1. Diproduksi secara masal dengan jumlah yang banyak;
      2. Seragam dan serempak dalam pertumbuhan dan umur pembungaan;
      3. Identik dengan tanaman induknya;
      4. Biasanya digunakan untuk memproduksi anggrek bunga potong, walaupun skrg banyak untuk bunga pot;

      Kekurangannya tgt dari tujuan kita memelihara anggrek :
      1. Untuk tujuan kolektor, jenis anggrek in terlalu umum karena banyak beredar di pasaran;
      2. Terkadang terjadi mutasi karena pengaruh media kultur sehingga tanaman akan cacat (mutasi), walaupun kadang cacat menjadi lebih bagus bunga & tanamannya (ex : daun variegata/belang, bibir bunga ada tiga, warna bunga splash);

      Terkait dengan jumlah bunga yang sedikit dibandingkan seed/keiki, perlu saya garis bawahi dan ini merupakan hal penting yang harus diketahui oleh penghobi anggrek :
      1. Karena identik dengan mother stock (tanaman yang diambil eksplannya) maka kecenderungan menurun ada walaupun sedikit;
      2. Hanya saja, kita konsumen khususnya di Indonesia apakah mengetahui mother stock tersebut dari Induk yang mana? apakah dari hasil seleksi ketat dengan karakter bagus, atau asal saja mengambil dari anggrek lain;
      3. Bisa saja bunga berkurang karena eksplan (tunas atau tangkai bunga) dari indukan yang sudah di klon beberapa kali. Contohnya : D. Sonia untuk bunga potong. Jika eksplan diambil dari D. Sonia yang masih hibrid (pertama kali hasil silangan) dan sudah di seleksi maka hasilnya akan bagus. Nah ini yang kadang kita tidak tahu, jangan-jangan yang dijual di Indonesia D. Sonia adalah bibit dari kloningan ke 4 sampai ke 5. Walaupun secara vegetatif pasti akan menurunkan kwalitas.

      Semoga berkenan,

      Kiki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s