Registrasi Silangan Dendrobium Indonesia 2011 …

Dendrobium Sonia Lips

Dendrobium Sonia Lips

Pada bulan Nopember 2010 para penyilang anggrek di Indonesia diberikan kemudahan oleh Departemen Pertanian Direktorat Perbenihan untuk meregistrasi hasil silangan anggreknya. Dari sejumlah penyilang yang mendaftarkan hasil silangannya terdiri dari :

1. Wira Silamurti

  • D. Ayah Ayu (D. Memoria Kian-Lian x. D. Sophie Bonnie);
  • D. Big Mac (D. Catawba x D. Madame Udomsri);
  • D. Center Point ( D. Bangsaen Beauty x D. Sianne Beauty);
  • D. Doctor Siti Fadilah Supari (D. Burana Pearl x D. Waianane Blush);
  • D. Tosca Glow (D. Chittrapong x D. Thailand White);
  • D. Valeriani (D. Tosca Glow x D. Shirasagi);

2. A. Sutanto

  • D. Antonius Sutanto (D. Black Dog x D. Blue Sapphire);
  • D. Karanglo Indah (D. King Dragon x D. Bertha Chong);

3. Handojohardjo Orchids

  • D. Argo Bimo (D. Miara x D. strebloceras);
  • D. Haryanti Kristanto (D. Yong Kok Wah x Beach Girl);
  • D. Nathalia Kristanto (D. Bertha Chong x D. Mount Kelly Beauty);
  • D. Nurwani (D. Evy Nurwani x D. violaceo-flavens);
  • D. Theresia Kristanto (D. Kasem Gold x D. violaceo-flavens);

4. Sien Orch

  • D. Bali Gold (D. Bali Moon x D. Odom’s Unique Gem);
  • D. Bhayangkara Jaya (D. Brawijaya x D. Yaap Solossa);
  • D. Maluku Indah (D. Psauruan Indah x D. Yaap Solossa);
  • D. Sari Tani (D. Kim Bora x D. Cinta Papua);

5. D. Rahardjo

  • D. Dikara (D. Thongchai Gold x D. Burana Twist);

6. K. Hendarsyah (LC Nursery)

  • D. Geulis (D. Pink Lips x D. Burana Pearl);
  • D. Mojang Priangan (D. Ting Wong Leong x D. Burana Sweet);
  • D. Sonia Lips (D. Sonia x D. Pink Lips)

7. L. Soetopo

  • D. Parelegi Memori (D. Pralak x D. trilamellatum);

Selain silangan dalam negeri dari genus Dendrobium, terdaftar pula genus dari cattleya dan phalaenopsis, masing-masing adalah :

1. Soerjanto Orchids

  • Rlc. Adinda (Rlc. Lucky Man x Lc. Royal Emperor);

2. A. Sutanto

  • Dtps. Malang Indah (P. Brother Sara Gold x Dtps. I-Hsin Sesame);

Semoga di kemudian hari lebih banyak lagi hasil persilangan anggrek dalam negeri.

Advertisements

Penyakit Antraknosa dan Pengendaliannya pada Anggrek

Bulbophyllum echinolabium

Kondisi musim hujan yang ekstrim di Indonesia dengan di tandai curah hujan yang tinggi dan kelembapan yang tinggi, dapat memicu muncul dan berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit yang banyak menyerang pertanaman anggrek salah satunya adalah penyakit Antraknosa. Beberapa liputan di media televisi dan media cetak banyak membahas meliput serangan jamur ini pada pertanaman cabai dan mengakibatkan gagal panen dan merugikan petani.

Anggrek yang dibudidayakan tentunya harus terbebas dari serangan penyakit Antraknosa karena dapat menyebabkan kerusakan pada daun sehingga menjadi tidak indah dipandang. Selain itu pada gejala serangan

Antraknosa pada daun Bulbophyllum

yang meluas dapat mengakibatkan kematian pada tanaman anggrek. Antraknosa atau biasa disebut Antrachnose menurut Prof. Haryono Semangun (1994) disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosparioides (panz.) Sacc.

Gejala yang tampak dari serangan penyakit ini adalah : Pada daun dan pseudobulb timbul bercak coklat berwarna kuning atau hijau muda. Pada stadia serangan lanjut dapat terlihat lingkaran-lingkaran coklat yang meluas, ditandai dengan adanya lingkarang berwarna kuning kecoklatan pada bagian luar serangan. Serangan pada kelopak bunga berwarna coklat dengan bintik-bintik kecil, dan akan merusak keindahan bunga yang akhirnya menurunkan nilai jual bahkan tidak dapat dijual.

Antraknosa pada daun Bulbophyllum

Penyakit ini dapat menyerang anggrek dari Genus Dendrobium, Phalaenopsis, Cattleya, Oncidium, Coelogyne, Bulbophyllum dan lain-lain. Dengan kata lain, penyakit ini dapat menyebar luas pada genus-genus anggrek yang biasa di budidayakan. Cara penyerangan dan penyebaran dari penyakit ini dapat diakibatkan kelembapan disekitar pertanaman yang tinggi sedangkan aerasi (siklus udara) kurang, pori-pori daun atau luka pada pertanaman, percikan air atau akibat serangan serangga sebelumnya. Secara fisik tanaman pun dapat mengakibatkan serangan penyakit tersebut. Seperti tanaman terkena luka bakar (plasmolisis) akibat sinar matahari, tanaman terlalu subur diakibatkan terlalu banyak pemberian pupuk Nitrogen (N).

Antraknosa pada daun Phalaenopsis

Pengendalian penyakit ini alangkah baiknya dengan cara yang bijaksana. Bukan saja mengandalkan fungisida (anti jamur) berbahan aktif benomyl, zineb dan atau mancozeb. Tapi harus mengusahakan kondisi lingkungan yang tidak menyebabkan penyebaran penyakit. Seperti pertanaman tidak terlalu rapat, aerasi baik dengan kondisi tersebut kelembapan dapat meningkat, tidak menyiram pada saat kelembapan tinggi contohnya saat hujan atau mendung, tidak menyiram saat media masih basah. Selain itu dari teknik budidaya seperti menggunakan pupuk yang NPK berimbang dan tidak berlebihan, memotong bagian tanaman yang terserang agak tidak menyebar dan lakukan karantina dengan memisahkan dengan tanaman yang sehat.

Antraknosa

Demikian sekilas mengenai penyakit anggrek yang disebabkan jamur. Untuk menghasilkan anggrek yang berkualitas baik, tentunya perhatian dan perawatan mutlak diperlukan. Penyakit tidak akan menyerang jika tepat perawatan dan tepat lingkungan. Salam Anggrek.

Disarikan dari berbagai sumber :

Haryono Semangun. 1994. Penyakit-penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. UGM Press. Yogyakarta.

Cattleya Alliance Berbagai Warna

Blc. Spanish Eyes

Kurang rasanya jika kita tidak memiliki anggrek dari Genus dan kerabat Cattleya. Dari berbagai genus yang populer seperti Dendrobium, Vanda, Phalaenopsis, Cymbidium, dan Oncidium, Cattleya merupakan anggrek yang memiliki ukuran bunga terbesar. Warna yang dihasilkan dari berbagai silangan pun beragam. Namun dari keindahan bunga cattleya, tingkat lama kemekaran atau vaselife bunga dapat dibilang tidak terlalu lama. Untuk cattleya dengan tipe bunga beludru kemekaran hanya mencapai 10-12 hari sedangkan untuk tipe waxy kemekaran dapat mencapai 15-18 hari. Namun demikian kemegahan dari bunga cattleya belum tergantikan. Beberapa silangan Intergenerik cattleya telah lama dilakukan para breeder.

Stok Bibit Seedling Cattleya

Cattleya Seedling

Untuk bulan Juli 2010 kami LC Nursery memiliki beberapa jenis Bibit Seedling Cattleya hasil persilangan (Hybrids).

Harga Rp. 10.000 (min order 100 pot),

Harga Rp. 11.500 (min order 50 pot),

Harga Rp. 12.500 (dibawah 50 pot).

Kontak kami untuk order di 08122414377, siap kirim seluruh Indonesia.

New Product ‘Cattleya Hybrid’

Di bulan Maret 2009 ini kami merilis produk hibrida kerabat Cattleya. Produk berupa Bibit Botol (Flask) dengan harga jual Rp. 25.000,-. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi : 08122414377

KC 10

KC 10

Produk lainnya dapat dilihat di PRODUK KAMI

Terima kasih

LC