Perbanyakan Anggrek dengan Keiki

Den. chrysotoxum var. Suavissimum

Anggrek dengan tipe pertumbuhan sympodial cenderung akan mengeluarkan tunas baru di tempat yang kurang lazim. Biasanya tunas tersebut tumbuh di bekas bulb yang sudah tua dengan daun yang telah rontok, namun tunas tersebut tumbuh di bagian atas bulb. Pada genus Dendrobium sering sekali muncul tunas tersebut yang disebut dengan Keiki. Bagaimana cara perlakuannya, ikuti tip dan trik berikut ini :

Tunas yang tumbuh di atas bulb

1. Keiki yang tumbuh di atas bulb dapat tumbuh dari mulai muncul tunas hingga akhirnya berkembang menjadi bulb dan daun baru. Setelah itu akan mengeluarkan akar yang baru. Tidak lama kemudian Keiki tersebut dapat pula mengeluarkan tunas baru. Ciri dari Keiki yang siap di split (potong) dari tanaman induknya jika telah mengeluarkan tunas baru. Beberapa literatur dapat memotong keiki walaupun tumbuh satu bulb, namun pengalaman kami dengan cara seperti itu keiki akan merana, pertumbuhan lambat bahkan mungkin mati.

Potong keiki dengan gunting tajam dan bersih

2. Jangan takut untung memotong keiki, perlakuan tersebut hampir sama dengan memotong anggrek yang telah dewasa. Gunakan gunting tanaman yang tajam sehingga sekali potong langsung terpisah. Selain itu bersihkan gunting dari kotoran atau lap dengan alkohol. Khawatir gunting bekas memotong tanaman lain yang sakit, sehingga tidak akan menular.

Keiki yang telah dipotong

3. Setelah keiki berhasil dipotong, maka langkah selanjutnya adalah buat larutan dari bahan fungisida yang diberi air campurkan hingga berbentuk pasta (tidak terlalu encer), atau beberapa literatur lama menyebutkan dengan menggunakan bubur Bordeux (penemunya) yaitu dengan campuran air dengan Sulfur atau belerang sehingga menyerupai pasta. Namun jika sulit memperoleh bahan kimia tersebut gunakan Obat merah atau Betadine. Bahan tersebut dapat digunakan karena intinya untuk mencegah masuknya jamur atau bakteri. Jika ternyata masih sulit, setelah dipotong simpan di tempat kering hingga 2-3 hari.

Olesi bekas potongan dengan pasta Fungisida

4. Siapkan pot yang sesuai dengan ukuran keiki, gunakan media yang sesuai dengan anggrek tersebut. Dapat berupa arang kayu di bagian bawahnya. Kemudian ikat dengan menggunakan tali plastik atau menggunakan kawat. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari guncangan berlebih saat akar berusaha untuk tumbuh dan menempel pada media tadi. Setelah dirasa

Tanam keiki dalam pot

cukup kuat dan tidak berubah posisi tambahkan media cacahan pakis diatas nya sampai dengan pangkal bulb.

5. Langkah selanjutnya adalah beri label jenis dari anggrek yang telah kita split, agar tidak tertukar dan mudah diidentifikasi. Sangat penting untuk selalu memberi nama dalam label anggrek kita, selain untuk memudahkan mengenal jenis, dapat pula untuk menentukan harga jualnya.

Tambahkan label nama anggrek tersebut

6. Perawatan selanjutnya setelah ditanam, simpan anggrek tersebut di tempat yang lebih teduh, hindari dari siraman 1-2 hari agar bekas luka mengering dan tidak terkena air siraman. Perlakuan ini juga berlaku untuk tanaman induk tempat asal keiki di potong.

Selamat mencoba, berusahalah untuk selalu memperhatikan anggrek anda dan carilah informasi lain sebagai pembanding.

Keiki Anggrek

Bila kita cermati tanaman anggrek kita, terkadang ada pertumbuhan tunas

Keiki Dendrobium

Keiki Dendrobium

yang tidak normal. Seperti tunas yang keluar dari ruas-ruas batang atas, bekas tangkai bunga, ruas tangkai bunga atau mungkin pula terdapat pada tanaman anggrek kita yang hampir mati. Tunas tersebut tumbuh dan akhirnya dapat mengeluarkan daun dan akar selanjutnya dapat mengeluarkan tunas berikutnya dan akhirnya berbunga.

Tunas baru tersebut disebut ‘Keiki’ dalam bahasa Hawaii dikatakan sebagai sebuah tunas yang keluar dari buku atau ruas sebagai salah satu cara perkembang biakan vegetatif. Keiki dapat tumbuh dan berkembang dikarenakan beberapa sebab, antara lain :

Phalaenopsis yang teserang bakteri

Phalaenopsis yang terserang bakteri

1. Pertumbuhan tunas terminal (sumbu utama) pada tanaman Monopodial seperti Phalaenopsis, Vanda, dll. terhambat sehingga akan tumbuh tunas baru dari ruas di bagian bawah yang kadang tidak terlihat;

2. Pertumbuhan keiki di bekas tangkai bunga atau ruas tangkai bunga, hal ini dapat dipicu oleh perubahan suhu seperti pada Phalaenopsis schelleriana, tangkai bunga yang keluar akan berubah menjasi tunas keiki dan bukan kelopak bunga karena perbuhan suhu dari dingin ke panas pada suatu kondisi tertentu;

3. Dapat pula terjadi jika tunas lateral pada tanaman sympodial seperti Dendrobium, Cattleya, Oncidium, dll. terhambat karena terhalang media yang padat, pembusukan akibat serangan penyakit, atau kerusakan mekanis akibat serangan hama. Maka untuk kelangsungan hidupnya maka tanaman tersebut akan mengeluarkan keiki dari bagian lain yang memungkinkan seperti ruas atau buku bagian atas;

Tunas Keiki

Tunas Keiki

4. Pada tanaman yang hampir mati dalam kondisi pembusukan akar, batang dan daun. Keiki dapat pula tumbuh sebagai salah satu cara untuk mempertahankan diri. Beberapa pekebun anggrek Dendrobium, akan memberikan perlakuan untuk tanaman yang hampir mati dengan membalikan tanaman dengan menggantung. Dengan cara demikian tidak lama akan keluar tunas baru dari pangkal batang (psedobulb);

5. Dapat pula agar tanaman tersebut mengeluarkan keiki. Yaitu dengan cara memberikan perlakuan dengan mengolesi zat pengatur tumbuh Sitokinin pada ruas atau buku tangkai bunga atau batang (psehdobulb). Sehingga akan keluar tunas baru.

D. leporinum x stratiotes

D. leporinum x stratiotes

Jadi, bagi para penghobi anggrek pemula. Jika ada pertumbuhan yang tidak normal dari tunas Keiki jangan bingung, mgkn anda akan mendapatkan bibit baru. Dan jika ada anggrek yang hampir mati dengan gejala seperti disebutkan di atas, jangan cepat-cepat mengambil keputusan untuk membuangnya. Ikuti trik dengan menggantung terbalik tanaman tersebut. Walaupun tidak akan menghasilkan tanaman baru yang banyak dalam waktu yang relatif sebentar, namun setidaknya dapat menghindari habisnya tanaman anggrek anda.

Selamat mencoba….