Seni Bertanam Anggrek

Hampir 3-4 tahun rasanya saya tidak aktif dalam menulis di Blog Anggrek ini. Seiiring dengan penugasan yang tidak stay di satu tempat. Beberapa koleksi pun hancur berantakan, Laboratorium, kebun dan semua koleksi anggrek sudah tidak ada lagi.

Maaf jangan dijadikan sebagai demotifasi rekan-rekan pecinta anggrek. Dengan tulisan ni saya ingin memulainya kembali. Menggeluti hobby yang sejak SMA saya geluti. Tdak terbayang  20 tahun yang lalu saya hobby anggrek, menanamnya dan hanya sekedar menumbuhkan daunnya saja sudah cukup bahagia. Dan yang lebih bahgia adalah.. membahagiakan Ibu saya yg senang anggrek.

Ya.. dengan hanya waktu 3-4 tahun semua sirna. Dan ucapan maaf ini saya ucapkan pada konsumen, rekan penganggrek. Karena sampai saat ini nomer telepon ini masih juga berbunyi hanya sekedar ada stok anggrek apa.. Saya hanya bisa menjawab maaf sementara ini kami tidak berjualan anggrek karena rumah sekaligus kebun kami berserta lab nya sedang renovasi. Mudah-mudahan di tahun 2017 kami memulai kembali bergumul dengan anggrek sebagai hobby yang mengasyikan.

Sebagai memory dan penyemangat untuk saya sendiri, berikut saya postingkan anggrek Dendrobium Kiki Hendarsyah (D. conanthum x D.nindii) yang pernah saya silangkan. d.jpg

Advertisements

Dendrobium Kila Blue …

Den. Kila Blue

Den. Kila Blue

Anggrek Dendrobium Kila Blue merupakan jenis anggrek epifit yang masih merupakan Primary Hibrids. Silangan dari Dendrobium toftii (nindii) x Dendrobium williamsianum, diregistrasi oleh Limberlost’s pada tahun 1967. Sampai dengan tahun 2006 hanya tercatat satu kali persilangan yang merupakan keturunan pertama dari Dendrobium Kila Blue x Dendrobium phalaenopsis = Dendrobium Hartley’s Blue yang juga diregistrasi oleh Limberlot’s pada tahun 1971. Sangat sedikit informasi mengenai persilangan dari Primary Hibrids ini.

D. williamsianum

D. williamsianum

Sekilas memang tampak tidak terlalu menarik dan eksotik hasil persilangan tersebut. Dendrobium nindii yang merupakan salah satu tetuanya merupakan jenis anggrek Dendrobium dari section Spatulata yang tentunya memiliki ciri khas petal melintir (tanduk) atau dalam bahasa Inggris disebut Antelope Type. Sedangkan Dendrobium williamsianum masuk ke dalam section Phalaenanthe yang berbentuk bulat. Sehingga dimungkinkan Dendrobium Kila Blue memiliki bentuk dari perpaduan kedua induknya yaitu semi melintir atau bahkan berbentuk intermediate.

Namun anggrek ini dapat dijadikan sebagai batu loncatan atau induk selanjutnya yang memiliki potensi yang belum tergali. Kedua spesies induknya memiliki warna biru yang eksotis dan jarang dimiliki oleh anggrek dalam genus Dendrobium. Selain itu Dendrobium Kila Blue juga sangat kuat memiliki warna labellum biru selain berbentuk lebar. Selanjutnya tergantung kita akan mengkreasikan silangan berikutnya untuk membentuk dan mewarnainya. Selamat mencoba…

Dendrobium Eddy Djaya Remadja …

Den. Eddy Djaya Remadja

Den. Eddy Djaya Remadja

Ada yang terpuaskan saat kita memiliki anggrek koleksi yang telah lama menjadi incaran. Sehingga terasa lengkap koleksi anggrek di kebun kita. Salah satu anggrek kuno yang layak dikoleksi adalah Dendrobium Eddy Djaya Remadja. Hibrida ini merupakan silangan dari penganggrek senior Indonesia yaitu Atmo Kolopaking hasil dari silangan Dendrobium Metasari Mustika x Dendrobium superbum (Syn. anosmum) yang diregistrasi pada tahun 1975. Silangan asli dalam negeri yang sangat di nanti munculnya bunga.

Den. macrophyllum

Den. macrophyllum

Membicarakan hibrida (Primary Hybrids) ini tidak terlepas dari Dendrobium spesies yang menyumbangkan sumber gen-nya sebagai tetua. Spesies tersebut antara lain : D. veratrifolium (Syn. lineale) x D. schroederianum (Syn. phalaenopsis var. schroederianum menurut http://www.orchidspecies.com) = D. Lousiae. Pada generasi persilangan kedua D. Lousiae x D. phalaenopsis = D. Anita. Pada generasi selanjutnya yaitu generasi ketiga D. Anita x D. macrophyllum = D. Meta Sari Mustika, dan terakhir D. Meta Sari Mustika x D. anosmum = D. Eddy Djaya Remadja.

Dari hibrida ini tampak spesies yang melandasi terbentuknya D. Eddy Djaya Remadja. Spesies tersebut antara lain D. veratrifolium dari Seksi Spatulata, D. schroederianum Syn. phalaenopsis dan D. phalaenopsis dari Seksi Phalaenanthe, D. macrophyllum dari Seksi Latourea, dan D. anosmum dari Seksi Dendrobium.

Dendrobium Intersection ‘D. Quek Kiah Huat’ …

Den. Quek Kiah Huat

Den. Quek Kiah Huat

Pada dasarnya tujuan seorang menyilangkan anggrek adalah untuk memperoleh jenis, warna, dan bentuk yang baru. Secara lebih khusus bertujuan untuk memperbaiki genetik, atau menghimpun karakter genetik dari kedua tetuanya dalam satu turunan yang baru. Untuk bunga anggrek terutama genus Dendrobium, persilangan dapat dilakukan dengan cara menyilangkan antar spesies dan antar seksi, namun sampai saat ini penulis belum mendapatkan hasil persilangan antar genus. Untuk persilangan antar spesies dalam satu seksi telah banyak dilakukan penyilang, seperti misalnya Dendrobium phalaenopsis x Dendrobium bigibbum = D. Orchidwood (Thn. 1934). Tipe bunga kedua tetua berbentuk bulat yang masuk ke dalam Seksi Phalaenanthe, tentunya keturunannya pun akan bulat.

D. farmeri

D. farmeri

Namun keunikan yang dicari dengan persilangan antar seksi mengakibatkan perubahan bentuk yang cukup mencolok. Seperti misalnya seksi Phalaenanthe berbentuk bulat dengan seksi Spatulata berbentuk kriting/tanduk, menyebabkan keturunannya akan berubah bentuk seperti semi kriting atau intermediate setengah bulat. Contohnya seperti Dendrobium phalaenopsis x Dendrobium stratiotes = D. Caesar (Thn. 1930). Salah satu persilangan yang unik adalah Dendrobium Udomsri Beauty x Dendrobium farmeri = D. Quek Kiah Huat (Thn. 1988). D. Udomsri Beauty berbentuk bulan sedangkan D. farmeri berasal dari seksi Densiflorum. Dendrobium Quek Kiah Huat disilangkan oleh Tan, K.W. pada tahun 1988 diregistrasi di RHS London. Secara morfologi tanaman, batang dan daunnya merupakan perpaduan yang unik antara kedua tetuanya.

Den. Quek Kiah Huat

Den. Quek Kiah Huat

Tidak seperti dendrobium seksi Phalaenanthe umumnya yang berdaun berurutan dari tengah pseudobulb hingga ujung atas, D. Quek Kiah Huat berdaun di pangkal atas dan terdiri dari 3-4 helai daun. Batangnya pun demikian perpaduan dari dua seksi yang berbeda. Biasanya D. farmeri yang merupakan spesies asli dari kawasan Burma hingga Thailand kurang rajin berbunga. Selain itu beberapa trik untuk membungakan spesies ini perlu dilakukan, seperti menggemukan tanaman dan kemudian di stres dengan tidak disiram. Namun setelah disilangkan dengan D. Udomsri Beauty, menjadi anggrek yang rajin berbunga, mungkin sifat asli spesiesnya telah bercampur dengan tetua lain yang lebih rajin berbunga. Itulah salah satu tujuan dari menyilangkan tanaman, tujuan untuk memperajin bunga, memperoleh bentuk baru yang unik dan warna yang cerah sesuai preferensi pasar.

Registrasi Silangan Dendrobium Indonesia 2011 …

Dendrobium Sonia Lips

Dendrobium Sonia Lips

Pada bulan Nopember 2010 para penyilang anggrek di Indonesia diberikan kemudahan oleh Departemen Pertanian Direktorat Perbenihan untuk meregistrasi hasil silangan anggreknya. Dari sejumlah penyilang yang mendaftarkan hasil silangannya terdiri dari :

1. Wira Silamurti

  • D. Ayah Ayu (D. Memoria Kian-Lian x. D. Sophie Bonnie);
  • D. Big Mac (D. Catawba x D. Madame Udomsri);
  • D. Center Point ( D. Bangsaen Beauty x D. Sianne Beauty);
  • D. Doctor Siti Fadilah Supari (D. Burana Pearl x D. Waianane Blush);
  • D. Tosca Glow (D. Chittrapong x D. Thailand White);
  • D. Valeriani (D. Tosca Glow x D. Shirasagi);

2. A. Sutanto

  • D. Antonius Sutanto (D. Black Dog x D. Blue Sapphire);
  • D. Karanglo Indah (D. King Dragon x D. Bertha Chong);

3. Handojohardjo Orchids

  • D. Argo Bimo (D. Miara x D. strebloceras);
  • D. Haryanti Kristanto (D. Yong Kok Wah x Beach Girl);
  • D. Nathalia Kristanto (D. Bertha Chong x D. Mount Kelly Beauty);
  • D. Nurwani (D. Evy Nurwani x D. violaceo-flavens);
  • D. Theresia Kristanto (D. Kasem Gold x D. violaceo-flavens);

4. Sien Orch

  • D. Bali Gold (D. Bali Moon x D. Odom’s Unique Gem);
  • D. Bhayangkara Jaya (D. Brawijaya x D. Yaap Solossa);
  • D. Maluku Indah (D. Psauruan Indah x D. Yaap Solossa);
  • D. Sari Tani (D. Kim Bora x D. Cinta Papua);

5. D. Rahardjo

  • D. Dikara (D. Thongchai Gold x D. Burana Twist);

6. K. Hendarsyah (LC Nursery)

  • D. Geulis (D. Pink Lips x D. Burana Pearl);
  • D. Mojang Priangan (D. Ting Wong Leong x D. Burana Sweet);
  • D. Sonia Lips (D. Sonia x D. Pink Lips)

7. L. Soetopo

  • D. Parelegi Memori (D. Pralak x D. trilamellatum);

Selain silangan dalam negeri dari genus Dendrobium, terdaftar pula genus dari cattleya dan phalaenopsis, masing-masing adalah :

1. Soerjanto Orchids

  • Rlc. Adinda (Rlc. Lucky Man x Lc. Royal Emperor);

2. A. Sutanto

  • Dtps. Malang Indah (P. Brother Sara Gold x Dtps. I-Hsin Sesame);

Semoga di kemudian hari lebih banyak lagi hasil persilangan anggrek dalam negeri.

Dendrobium Formoso-Lowii

D. Formoso-LowiiAda yang berbeda dari deretan anggrek yang telah ditanam dari botol hampir 4 tahun yang lalu. Memang bukan waktu yang singkat untuk memeliharanya. Namun kepuasan saat berbunga pertama muncul terbayar sudah. Keingintahuan akan indahnya bunga Dendrobium dari section Formosae dapat terwujud.

Namun yang lebih mencengangkan, setelah membuka sebuh program register anggrek ‘Wildcat 2006’ adalah Dendrobium Fromoso-Lowii telah diregistrasi oleh Lawrence pada tahun 1898. Hm … ternyata termasuk anggrek klasik yang telah disilangkan dari spesies Dendrobium formosum x Dendrobium lowii. Tentunya Dendrobium ini termasuk ke dalam Primary Hybrid karena merupakan hasil silangan dua induk spesies.

Susah-susah gampang memeliharanya. Dibeli dari bibit botol salah satu guru anggrek di Jawa Timur, penantian yang panjang dan bingung bercampur aduk. Pembelian 5 botol yang kita anggap saja isi per botol 25 bibit yang totalnya menjadi 125 bibit, hanya tersisa tidak lebih dari 10 tanaman. Banyak yang mati …. tentunya ya.

Proses pembelajaran merawat anggrek dari section Formosae ini kemudian berlanjut.  Proses aklimatisasi dengan Kompot (Community Pot) dengan media pakis dianggap gagal total. Banyak yang mati hal ini dikarenakan bibit anggrek tersebut mudah rebah, dan jika media basah karena siraman, ujung-ujungnya mati busuk. Dari sisa aklimatisasi, maka beralih ke single pot berukuran 8 cm, sekarang diganti menggunakan media Sphagnum Moss. Hal ini mengingatkan saya saat membeli anggrek ex Taiwan yang menggunakan media tersebut dan terlihat sangat subur.

Tanpa disangka, mati juga. Pertanyaan selanjutnya kenapa yah? apa yang salah? Ternyata mengetahui habitat dan kebiasaan anggrek perlu ditekuni dan diamati secara terus menerus. Masing-masing jenis tentunya berbeda, walaupun masih dalah satu genus Dendrobium. Dan kuncinya didapat … tentunya dengan cara over potting dua kali setahun membuat akar tidak jenuh dan pertumbuhan tunas menjadi baik. Mungkin itu salah satu kunci dari sekian rahasia pintu ilmu anggrek yang belum terbuka.

 

Cattleya Alliance Berbagai Warna

Blc. Spanish Eyes

Kurang rasanya jika kita tidak memiliki anggrek dari Genus dan kerabat Cattleya. Dari berbagai genus yang populer seperti Dendrobium, Vanda, Phalaenopsis, Cymbidium, dan Oncidium, Cattleya merupakan anggrek yang memiliki ukuran bunga terbesar. Warna yang dihasilkan dari berbagai silangan pun beragam. Namun dari keindahan bunga cattleya, tingkat lama kemekaran atau vaselife bunga dapat dibilang tidak terlalu lama. Untuk cattleya dengan tipe bunga beludru kemekaran hanya mencapai 10-12 hari sedangkan untuk tipe waxy kemekaran dapat mencapai 15-18 hari. Namun demikian kemegahan dari bunga cattleya belum tergantikan. Beberapa silangan Intergenerik cattleya telah lama dilakukan para breeder.

Stok : Phalaenopsis Ex Taiwan

JUAL anggrek bulan ex Taiwan berbagai macam warna dan corak. Pemesanan minimal 10 pot, dan siap kirim ke seluruh Indonesia. Harga belum termasuk ongkos kirim. Pengiriman dapat menggunakan TIKI, JNE, PT Mex dan jika di wilayah P. Jawa – Bali dapat menggunakan Pahala Kencana.

Stok sewaktu-waktu dapat berubah, dan penawaran ini sangat terbatas. Tersedia juga Phalaenopsis tipe standar ex Taiwan, harga Rp. 50.000,- kualitas super. Order hubungi 08122414377 atau e-mail ke lc_nursery@yahoo.com.

Kode : Phal Std 02 Harga Rp. 50.000,-

Kode : Phal Std 02 Harga Rp. 50.000,-

Kode : Phal Std 01 Harga Rp. 50.000,-

Kode : Phal Std 01 Harga Rp. 50.000,-

Kode : Phal 11 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 11 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 10 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 10 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 09 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 09 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 08 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 08 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 07 Mini Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 07 Mini Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 06Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 06Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 05Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 05Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 04 Mini Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 04 Mini Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 03 Mini Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 03 Mini Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 02 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 02 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 01 Harga Rp. 75.000,-

Kode : Phal 01 Harga Rp. 75.000,-